Suara.com - Konten kreator Indah Gunawan alias Indah G memicu kontroversi karena menyebut bahasa Indonesia minim kosakata. Alhasil, banyak netizen tidak terima dan berusaha mencari tahu fakta dan keunikan bahasa Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Indah saat berdiskusi dengan Cinta Laura. Seperti diketahui 2 perempuan ini memang kerap berbicara dengan bahasa Inggris, yang dianggap lebih singkat padat dan jelas.
Bahkan keduanya lebih nyaman berbicara bahasa Inggris karena tidak perlu berbelit-belit dan memiliki kalimat yang lebih terstruktur.
"Bahasa Indonesia itu sebenarnya bahasa yang miskin kosakata dan ini benar banget, terutama kalau dibandingkan dengan bahasa Arab atau bahasa Inggris. Kita punya kepraktisan budaya, kayak gimana caranya gue menyampaikan sesuatu dengan cepat dan mudah, jadi malas," ungkap Indah G.
Pernyataan ini membuat netizen tidak terima, pasalnya bahasa Indonesia memiliki sejarah yang panjang, hingga mampu menyatukan masyarakat dengan berbagai latar belakang adat, budaya, suku dan bahasa daerah.
Berikut ini fakta dan keunikan bahasa Indonesia yang jarang diketahui publik, dirangkum suara.com, Sabtu (6/4/2024).
1. Punya 120 ribu kosakata baku
Jika berpikir bahasa Indonesia minim kosakata, nampaknya itu pendapat keliru. Ini karena hanya berdasarkan kata baku semata, yang tercatat di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebanyak 120 ribu.
Tapi sayangnya masih banyak kata tidak baku di keseharian masyarakat Indonesia yang belum tercatat, termasuk berbagai bahasa daerah yang sudah dikenal secara nasional dan menjadi kata baku.
Bahkan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan sempat menargetkan kosa kata bahasa Indonesia bisa bertambah menjadi 250 ribu. Hal ini dibenarkan pihak Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud Ristek yang mengatakan akan menambah jumlah kosakata KBBI menjadi 200 ribu di akhir 2024.
Sayangnya, angka ini masih cukup jauh bahasa Inggris yang jumlah kosa katanya bisa mencapai 1 juta kata.
2. Sudah ada sebelum merdeka
Bahasa nasional di Indonesia ini sudah jauh ada sebelum Indonesia merdeka pada 1945. Bahasa Indonesia lahir pada 28 Oktober 1928, ketika pemuda-pemuda dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul dalam Kerapatan Pemuda dan mengucapkan Sumpah Pemuda.
Sumpah ini menyatakan tekad untuk memiliki satu tanah air, yaitu Indonesia, menjadi satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia, dan mengangkat bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Pada tahun 1945, melalui Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai bahasa negara.
3. Punya 199 juta penutur
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah
-
5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
-
Sampaikan Duka Mendalam, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Darurat Gempa NTT Dipercepat
-
Ilusi Kenaikan Gaji: Kenapa Hidup Justru Terasa Makin Pas-pasan?
-
Keberhasilan Transformasi Desa Kemiren bersama Kang Edai dan Astra
-
Kondisi Darurat! Supermarket Diminta Bagikan Makan ke Korban Gempa NTT, Pemerintah Siap Ganti
-
Buka Pintu untuk Mees Hilgers, Eks Pelatih Manchester United: Tunjukkan Pesonamu
-
Kebiasaan Ngemil Keluarga Indonesia Berubah, Kini Buah Hadir dalam Bentuk Camilan Praktis
-
Sinopsis Coyote vs. Acme, Debut dengan Skor Tinggi dan Tuai Pujian Kritikus
-
Target PLTS 100 GW Prabowo, IESR Ingatkan Kesiapan Eksekusi di Lapangan