Suara.com - Pendidikan anak-anak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro atau Ibas Yudhoyono mendadak dibanding-bandingkan dengan anak-anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.
Ini karena cuitan salah seorang netizen yang mengatakan bahwa dia respect ke anak-anak SBY ketimbang Jokowi karena punya pendidikan tinggi, meski tidak terlalu suka dengan Partai Demokrat.
"Ini salah satu hal yang membuat saya respect ke anak-anaknya SBY. Terlepas saya nggak terlalu suka dengan Demokrat, tapi dua anak SBY sangat brilian. AHY masuk akmil dan jadi lulusan terbaik, sementara Ibas raih gelar doktor dari IPB dengan predikat cum laude, IPK-nya 4.0," tulis akun X @/agusmagelangan.
Lantas bagaimana beda pendidikan anak SBY vs anak Jokowi? Simak penjelasan berikut ini.
Pendidikan AHY
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) adalah putra pertama Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Riwayat pendidikan AHY adalah menempuh pendidikan sekolah menengah atas (SMP) di SMPN 5 Bandung, namun kemudian pindah ke SMPN 20 Jakarta Timur karena SBY dipindah tugas.
Setelah itu AHY melanjutkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara Magelang. Kemudian lanjut masuk ke Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada tahun 2000.
Di tengah-tengah karier militernya, AHY menempuh pendidikan setara perguruan tinggi. Dia bahkan memiliki 3 gelar master dari perguruan tinggi luar negeri yang berbeda-beda.
Gelar master milik AHY itu antara lain Master of Science in Strategic Studies dari Universiyas Teknologi Nanyang, Singapura, Master in Public Administration dari Universitas Harvard, Amerika Serikat dan Master of Arts in Leadership and Management dari Webster University Amerika Serikat. Ketiga gelar itu didapat AHY dalam kurun waktu mulai tahun 2006 hingga 2015.
Pendidikan Ibas
Edhie Baskoro Yudhoyono atau dikenal dengan nama Ibas Yudhoyono adalah anak bungsu Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Riwayat pendidikan Ibas adalah menempuh pendidikan SMA di SMA 39 Cijantung, Jakarta Timur. Setelah lulus, Ibas berkesempatan kuliah di luar negeri.
Baca Juga: Sebut Kode Keras PPP Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran Semakin Terang, Pengamat Tak Heran
Ibas berhasil menyelesaikan pendidikan S1 di Curtin University, Perth, Australia dan meraih gelar Bachelor of Finance and E-Commerce di usia 25 tahun. Setelah itu dia melanjutkan pendidikan S2 di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura. Di sana dia berhasil meraih gelar magister spesialis Ekonomi Politik Internasional di usia 27 tahun.
Ibas lalu melanjutkan pendidikan hingga jadi lulusan S3 Manajemen Bisnis di Institut Pertanian Bogor (IPB). Dia berhasil meraih gelar doktornya pada tahun 2021 lalu. Kala itu Ibas berhasil lulus dengan IPK 4.0 dan mendapatkan predikat cum laude atau dengan pujian.
Pendidikan Gibran
Gibran Rakabuming adalah anak pertama Presiden Joko Widodo yang menjabat sebagai Walikota Solo dan memiliki dua adik yakni Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep. Sejak SD hingga SMP, Gibran adalah lulusan sekolah negeri di Surakarta Solo.
Setelah SMA, Gibran melanjutkan jenjang pendidikannya di luar negeri yakni Singapura atau tepatnya di Orchid Park Secondary School, yakni sebuah sekolah yang fokus pada seni visual dan pertunjukan serta kepemimpinan pemuda komunitas.
Pada tahun 2007 Gibran berhasil lulus kuliah dari Management Development Institute of Singapore (MDIS). Dia lalu melanjutkan kuliah ke University of Technology Insearch, Sydney, Australia dan lulus di tahun 2010.
Namun ada informasi lainnya bahwa Gibran juga lulus dari University of Bradford pada 2010 dengan gelar Bachelor of Science with Second Class Honours Second Division dalam bidang pemasaran. Sebelumnya heboh Gibran lulus S1 dengan nilai lower second class honours dari University of Bradford, Singapura. Nilai itu dianggap setara dengan IPK 2,3 di Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Sebut Kode Keras PPP Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran Semakin Terang, Pengamat Tak Heran
-
Elite Gerindra Bicara Peluang PPP Gabung Koalisi Prabowo-Gibran Usai Mardiono Nongol di Acara Golkar
-
Denny Indrayana Beberkan Bocoran Nasib Gibran Sepekan Sebelum Pembacaan Putusan MK Soal Sengketa Pilpres 2024
-
Isu Hubungan Jokowi-Prabowo Merenggang, Pakar: Yang Tidak Terlihat Belum Tentu Tak Terjadi
-
Makjleb! Hotman Paris Sentil Rocky Gerung: Kau Mencampuri yang Bukan Bidangmu
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia