Suara.com - Video Shin Tae-yong (STY), pelatih Timnas Indonesia membetulkan posisi pajangan bendera Merah Putih yang terlihat miring saat melakukan konferensi pers tengah viral. Dari keterangan video, aksi STY itu dilakukan saat jumpa pers jelang laga perebutan medali perunggu di ajang SEA Games 2021 melawan Malaysia.
Video itu lalu viral pasca STY sukses mengantarkan Timnas Indonesia U-23 lolos ke babak perempatfinal Piala Asia U-23 2024. Menariknya salah seorang netizen menyebut nama Bung Towel ketika mengomentari video STY membetulkan posisi bendera Merah Putih.
"Sederhana tapi towel marah," kata netizen.
Komentar netizen itu berasal dari Bung Towel yang sebelumnya ogah mengakui kehebatan STY karena berhasil mengantarkan Timnas Indonesia U-23 kalahkan Australia. Lantas bagaimana rekam jejak STY dan Bung Towel? Simak penjelasan berikut ini.
Rekam Jejak Karier Shin Tae-yong
Shin Tae-yong merupakan mantan pemain sepak bola klub Ilhwa Chunma yang kini sekarang sudah ganti nama jadi Seongnam FC. Dia memulai karier sebagai pesepakbola di Seongnam FC sejak tahun 1992 sampai 2003.
Setelah 12 tahun berkarier di Seongnam FC, STY memutuskan pindah ke klub Australia Queensland Roar. Dia bermain sepak bola di sana selama setahun, pada 2004 hingga 2005, sebelum akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu.
Sementara di level negara, STY pernah dipercaya menjadi salah satu punggawa Timnas Korea Selatan. Dia kemudian mengembangkan kariernya sebagai pelatih sepak bola.
Klub pertama yang dilatih STY adalah Seongnam FC pada tahun 2009. Lewat tangan dinginnya, dia berhasil membawa Seongnam FC menjadi runner-up dalam K-League dan Piala FA. Pencapaian tersebut terjadi di musim pertama STY menjabat sebagai manajer.
Tak sampai di situ, STY juga sukses mengantar Seongnam FC keluar sebagai juara Liga dalam Champions Asia pada 2010. Dia pun tercatat 8 tahun menjadi pelatih di Seongnam FC.
Baca Juga: Media Vietnam Tolak Shin Tae-yong Dianggap Lebih Baik dari Park Hang-seo
Prestasi itu membuat STY dipercaya untuk melatih Timnas Korea Selatan pada 2017. Lagi-lagi, dia pun berhasil menunjukkan kepiawaiannya sebagai pelatih. STY sukses membawa Timnas Korea Selatan mengalahkan Timnas Jerman di Piala Dunia 2018.
Performa luar biasa Timnas Korea Selatan itu membuat Timnas Jerman yang ketika itu merupakan juara bertahan, menjadi tersingkir di babak penyisihan Piala Dunia. Walau begitu, langkah Timnas Korea Selatan harus berhenti di babak penyisihan grup.
Rekam jejak mentereng STY tersebut akhirnya menarik perhatian Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Sosoknya kemudian dipercaya menjadi pelatih Timnas Indonesia sejak 1 Januari 2020 hingga sekarang. Kontrak STY dengan Timnas Indonesia masih berlaku sampai Juni 2024.
Rekam Jejak Karier Bung Towel
Tommy Welly atau dikenal Bung Towel adalah pengamat sekaligus komentator sepak bola. Dia lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 5 Maret 1971 sehingga saat ini usia 53 tahun.
Bung Towel lahir dari keluarga penyuka olahraga. Dia punya ayah yang merupakan mantan pemain sepak bola sekaligus pelatih klub bola. Sejak kecil, Bung Towel pun sudah bermain dan menyukai dunia sepak bola.
Rekam jejak pendidikannya adalah S-1 di Universitas Padjajaran (Unpad). Dia masuk jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM). Ketika masih jadi mahasiswa, dia sudah bekerja di Harian Umum Bandung Pos dan ditugaskan pada desk olahraga.
Berita Terkait
-
Mantan Legenda, Ini Profil Pelatih Timnas Korea Selatan U-23, Hwang Sun-hong
-
Sosok Young-jun Lee, Pemain Paling Berbahaya di Timnas Korea Selatan, Mesin Gol Paling Ganas
-
Shin Tae-yong Merinding Namanya Terus Diteriakkan Suporter di Stadion
-
Pelatih Hwang Sun-hong Ungkap Korea Selatan Bisa Saja Kalah dari Timnas Indonesia Jika Ini Terjadi
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026
-
Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?