Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI belakangan menuai sorotan usai mengumumkan membuka rekrutmen KAI program Management Trainee 2024 untuk lulusan S1.
Pengumuman rekrutmen itu menjadi sorotan karena persyaratan yang dianggap terlalu tinggi. PT KAI mensyaratkan kandidat pelamar harus memiliki ijazah S1 dari kampus terakreditasi A dengan IPK 3,5 dari skala 4,0.
Syarat lain ialah memiliki kemampuan berbahasa Inggris atau TOEFL dengan skor 500. Atas persyaratan yang diajukan, KAI mendapat banyak protes dari netizen.
Namun bukan hanya KAI, cawapres terpilih Gibran Rakabuming Raka juga ikut kena senggol. Netizen menyebut sekelas bahkan sekelas Gibran tak bakal masuk kualifikasi rekrutmen KAI.
"Wapres aja 2.3, ngapain matok tinggi2? Ntar makelar IPK pasti bermunculan di wakanda," komentar warganet di media sosial X.
"Gibran aja yang IPK 2,3 bisa jadi cawapres kok," imbuh warganet lain.
"Mohon maaf bukan kelasnya Gibran," tambah lainnya.
"Lebih gampang nyawapres berarti syaratnya,"tulis warganet di kolom komentar.
"Ini mah sangat memalukan si Gibran atuh yg ipknya 2.3, mending jadi wapres aja," timpal lainnya.
Baca Juga: Putusan MK Soal Nepotisme Gibran Disorot, Fedi Nuril Kasih Komentar Menohok
Diketahui sebelumnya sebuah cuitan di media sosial viral menyebutkan IPK Gibran di Singapura setara dengan 2,3 di Indonesia. Cuitan sebuah akun X itu kemudian ditanggapi santai Gibran.
"Apa dia tahu nilai-nilainya? dia punya ijazah saya? 2,3?" ujar Gibran pada wartawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bye Kusam! 4 Brightening Pad Solusi Buat Wajah Cerah dan Lembap Seketika
-
Adu Nasib Anak Pelatih Timnas Indonesia: Putra Kluivert Paling Sukses, STY dan Herdman Beda Jalan
-
Lulus S2 di Semarang, WN Afghanistan Malah Dideportasi Gara-Gara Bikin Restoran
-
Tolic Wanti-wanti Rival: Ketika Semua Menyatu, Persib Bakal Jadi Tim Luar Biasa
-
Cari Bibit Unggul, Ratu Tisha Puji Festival Sepak Bola Rakyat di 5 Kota
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp488,49 Miliar, ISAT dan ANTM Banyak Dijual
-
Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes
-
Lahir di Tengah Cuaca Panas Ekstrem, Bayi Gajah Sumatera di Padang Sugihan Dapat Perawatan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Bukan Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan yang Guyur Jakarta Hari Ini