Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani mendadak dikecam netizen usai memposting segelas kopi Starbucks yang didapatkannya saat tengah menjalani ibadah Umroh.
Putri ketiga Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan tersebut memamerkan gelas kopi berlogo Starbucks itu dengan latar belakang area Masjidil Haram yang suci.
Padahal, saat ini, waralaba kopi asal Amerika Serikat itu tengah menjadi sasaran boikot masyarakat dunia karena terafiliasi dengan Zionis Israel.
"Lagi makan malam ehh ada yang kasih kopi, menurut kalian gimana guys," tulis Zita Anjani.
Usai postingannya ramai menuai komentar negatif dari netizen, adik Putri Zulhas alias Futri Zulya Savitri itu nampak membeka diri dengan meminta publik untuk tak setengah-setengah dan hanya ikut-ikutan dalam memboikot.
Sebab selain Starbucks, masih banyak yang sebenarnya digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari karena ketidaktahuannya.
"Sibuk huru-hara cuma karena satu brand, padahal masih banyak yang hafus diperhatiin kalo emang mau full support. Coba cek di rumah, masih ada gak barang-barang yang harusnya kalian teriakkan "boikot" juga?," ucapnya.
Respon Zita Anjani ini pun membuat sosoknya membuat penasaran publik, termasuk soal riwayat pendidikannya yang dibandingkan dengan sang kakak yang belakangan juga membuat heboh dengan beberapa kontroversinya.
Seperti diketahui, baru-baru ini, mantam menantu Amien Rais itu membuat gimmick video pernikahan dengan putra Venna Melinda, Verrell Bramasta demi mempromosikan PAN.
Baca Juga: Profil-Pendidikan Zita Anjani, Anak Zulhas Nekat Pamer Produk Pro Israel di Depan Kabah
Ia juga pernah digugat oleh Firma Hukum Yayan Riyanto atas sengketa utang-piutang. Di mana, kliennya Aziz Anugerah Yudha Perwira merasa dirugikan hingga 30 M. Lainnya, aksi sang ayah, Zulkifli Hasan mengkampanyekan dirinya saat mencalonkan diri sebagai Anggota DPR juga sempat menuai polemik.
Sang Menteri Perdagangan itu bahkan melakukannya sambil bagi-bagi minyak goreng gratis.
Pendidikan Zita Anjani
Zita Anjani adalah anak kedua dari 4 bersaudara dari pasangan Zulkifli Hasan dan Soraya Zulkifli Hasan. Ia lahir di Jakarta pada 12 Maret 1990.
Wanita berhijab ini menuntaskan pendidikan S1-nya di Universitas Pelita Harapan pada jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Zita Anjani menuntaskan pendidikan S2-nya dan mendapatkan gelar Master of Science di University College London (UCL), serta memiliki gelar Diploma dari Sunshine Teachers Training (Diploma Montessori Education).
Ini menunjukkan kecintaannya pada dunia pendidikan. Tak heran jika Zita Anjani juga mendirikan sebuah sekolah anak usia dini, Kids Republic pada 2015.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia