Suara.com - Marshanda baru-baru ini mengunggah potret dirinya yang tengah menghadiri grand opening sebuah brand perhiasan di Bali. Namun, unggahannya itu menuai banyak kritik sebab Marshanda dinilai mengikuti proses ritual agama Hindu yang dilakukan pada saat acara tersebut.
"Congratulations for the grand opening in Sanur @anandasoulcreations what a beautiful celebration," tulis Marshanda dikutip dari unggahan Instagram pribadinya, Rabu, (24/4/2024).
Potret yang dibagikannya itu langsung dibanjiri komentar kritik dari warganet. Pasalnya, Marshanda sendiri diketahui beragama Islam. Namun, pada unggahannya ia malah memperlihatkan tengah ikuti proses ritual agama Hindu.
"Syirik sayang, gua juga manusia pendosa tapi salah satu dosa yang tidak termaafkan dalam al quran Syirik ca, semoga segera diberi petunjuk aamiin. Rindu caca yang dulu yang tiap ramadhan ngeluarin single religi," tulis warganet di kolom komentar.
"Apa orang muslim boleh ya ikuti ritual begini???" sahut warganet lainnya.
Dalam video di kanal Youtube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan, umat Islam tetap harus membalas kebaikan non-Muslim tersebut, tetapi tidak dengan upacara keagamaannya. Umat Muslim dapat membantu pada hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan keimanan dan akidah.
“Ada seseorang non-Muslim membantu pembuatan apa saja membantu ke tempat ibadah kita. Adapun kamu balasnya tidak harus masuk rumah ibadahnya, tapi Anda bisa bantu keluarganya, rumah tangganya itu bisa melakukan hal itu. Artinya jangan sampai membalas kebaikan harus serta merta dengan yang mereka lakukan. Tapi yang jelas membalas kebaikan itu sebuah keharusan,” kata Buya Yahya.
Hal ini biasanya berkaitan dengan hari raya. Namun melakukan ritual agama lain juga haram. Hal ini karena itu sudah berurusan dengan keimanan. Sementata bentuk toleransi umat Muslim ini bisa membalas kebaikan mereka yang non-Muslim dengan hal lain.
“Misalnya mereka berbuat baik saat kita melakukan hari raya, tapi pada saat hari raya mereka jika urusannya dengan keimanan maka kita tidak boleh membantu. Cuma kita tetap membalas kebaikan di waktu yang berbeda maka setelah hari raya kita membalas kita balas dengan kebaikan,” jelas Buya Yahya.
Baca Juga: Hukum Makanan Tidak Dihabiskan Seperti yang Dilakukan Nagita Slavina
Oleh sebab itu, melakukan ritual agama lain jelas bukan hal yang dianjurkan karena ini masalah akidah. Umat Muslim dapat melakukan hal baik lainnya dengan cara berbeda.
“Di saat mereka punya kegiatan khusus yang ada hubungan dengan agama dan keimanan mereka akan maklum juga. Kita bisa membantu urusan pribadi dan keluarganya sebelum atau sesudahnya karena itu berkaitan dengan keimanan,” jelasnya.
Dalam hadis juga sudah dijelaskan, diriwayatkan oleh Ahmad ibn Hambal dan dalam hadisnya berbunyi: “Man tasyabaha biqoumin fahuwa minhum”
Artinya: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk di antara mereka.”
Dengan demikian, mengikuti ajaran agama lain sama saja menjadikan diri sendiri bagian dari mereka. Hal ini juga merupakan perbuatan syirik yang dilarang Allah SWT.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek