Suara.com - Juru Bicara Timnas AMIN, Said Didu mengibaratkan Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo sebagai pemain drama Korea (drakor) yang ulung. Hal ini terkait dengan perubahan sikap Suhartoyo dalam ptoses sidang PHPU di Pilpres 2024.
Suhartoyo sendiri termasuk dari lima hakim yang menolak semua permohonan paslon 01 dan 03.
"@ReflyHZ yth, Bpk awalnya terlalu memuji Pak Suhartoyo - ternyata ybs adalah pemain Drakor kelas Wahid," tulis Said Didu di akun X.
Dibilang sebegai pemain drakor ulung, seperti apa perjalanan karier Suhartoyo sampai menjadi Ketua MK?
Karier Suhartoyo
Suhartoyo lahir pada 15 November 1959. Ia memulai karier hakimnya pada tahun 1986. Kala itu, Suhartoyo menjadi calon hakim di Pengadilan Negeri (PN) Bandar Lampung.
Usai menjadi hakim, kariernya mulai malang melintang di dunia perhakiman. Ia sempat bertugas di PN Curup, PN Tangerang, dan PN Bekasi.
Hingga pada tahun 2011, Suhartoyo dipercaya menjadi Ketua PN Jakarta Selatan. Suhartoyo kemudian dipromosikan menjadi hakim pada Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar pada 2014.
Suhartoyo kemudian dipilih MK menjadi hakim konstitusi menggantikan Ahmad Fadlil Sumadi di tahun yang sama.
Baca Juga: Pendidikan Ketua MK Suhartoyo: Dicap Pemain Drakor Kelas Wahid, Kubu AMIN sampai Tertipu
Sebagai hakim MK, Suhartoyo sudah mengadili berbagai sengketa, salah satunya sengketa Pilpres 2019. Ia juga terlibat mengadili berbagai judicial review UU yang menarik perhatian masyarakat seperti UU Cipta Kerja.
Suhartoyo kemudian terpilih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi menggantikan Anwar Usman. Suhartoyo menggantikan Anwar Usman yang dicopot dari jabatannya setelah dinyatakan melakukan pelanggaran kode etik berat oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK).
Pemilihan Suhartoyo dilakukan secara musyawarah mufakat dalam Rapat Pleno Hakim (RPH). Kala itu, ada dua hakim yang bersedia menjadi Ketua MK, yakni Suhartoyo dan Saldi Isra.
Akhirnya, nama Suhartoyo disepakati untuk menjadi pemimpin MK ke depannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Tren Wisata Gen Z 2026: Tak Lagi Cari Hotel Mewah, Fokus Pengalaman Lokal
-
Apakah Boleh Jadi Mualaf karena Menikah? Begini Hukumnya dalam Islam
-
5 Serum Peptide untuk Rawat Kulit Keriput, Nomor 1 Rekomendasi Dokter
-
3 Shio Paling Beruntung pada 15-21 Juni 2026, Siapa yang Ketiban Hoki?
-
Terpopuler: Pahala Mengajak Orang Masuk Islam, Jumat Kliwon Masuk Weton Tulang Wangi?
-
Bolehkah Minum Susu Putih di Malam 1 Muharram? Ini Penjelasan Hukum Menurut Ulama
-
11 Weton Tulang Wangi yang Konon Tidak Boleh Keluar Rumah saat Malam 1 Suro
-
Mengenal Anjuran Makan Bubur Suro 1 Muharram, Ini Makna dan Resep Spesial
-
3 Moisturizer Wardah Mengandung Niacinamide, Hempas Noda Hitam dan Kulit Cerah Merata
-
Amalan 1 Muharram yang Dianjurkan Buya Yahya dan Gus Baha, dari Puasa hingga Salat Tasbih