Suara.com - Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo menjadi sorotan tersendiri di kubu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias kubu AMIN.
Hal ini bermula dari tim kuasa hukum Paslon 01, Refly Harun, yang menilai Suhartoyo akan berpihak kepadanya di sidang sengketa Pilpres 2024. Hal ini berdasarkan rekam jejak Suhartoyo memberikan dissenting opinion terkait perkara perubahan batas usia cawapres yang berujung meloloskan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.
Namun harapan Refly kandas lantaran Suhartoyo malah menolak seluruh gugatan kubu 01 dan 03. Bahkan seolah merasa tertipu, Juru Bicara Timnas AMIN Said Didu sampai menyebut Suhartoyo layaknya aktor ulung.
“@ReflyHZ yth, Bapak awalnya terlalu memuji Pak Suhartoyo - ternyata ybs adalah pemain Drakor kelas Wahid,” cuit Said Didu di akun X-nya yang ditujukan kepada Refly, seperti dikutip pada Rabu (24/4/2024).
Lantas seperti apa riwayat pendidikan Suhartoyo yang sampai dicap mirip pemain drama karena manuvernya di sengketa pilpres?
Riwayat Pendidikan Suhartoyo
Hakim Konstitusi Suhartoyo secara resmi dipilih menjadi Ketua Umum Mahkamah Konstitusi periode 2023-2028 setelah Anwar Usman dicopot dari jabatannya. Pencopotan ini berkaitan dengan pelanggaran kode etik berat yang dilakukan dalam perkara perubahan batas usia capres-cawapres.
Namun siapa menyangka, Suhartoyo ternyata tidak bercita-cita menjadi penegak hukum hingga menduduki jabatan tertinggi di MK seperti sekarang. Semasa SMA, Suhartoyo sudah berminat ke Ilmu Sosial Politik demi bekerja di Kementerian Luar Negeri.
Pada akhirnya Suhartoyo justru berkuliah di S1 Ilmu Hukum di Universitas Islam Indonesia dan lulus dengan gelar Sarjana Hukum pada tahun 1983. Tiga tahun setelahnya, Suhartoyo memulai karier profesionalnya sebagai seorang hakim.
Baca Juga: Gibran Diguyur Wejangan Wapres Maruf: Harus Kompak dengan Prabowo Saat Menjabat
Selama bekerja itu pula Suhartoyo melanjutkan pendidikannya ke jenjang pascasarjana, sampai dinyatakan lulus dengan gelar Magister Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanegara pada tahun 2003. Lalu pada tahun 2014, Suhartoyo lulus dari pendidikan S3 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Parfum Fres yang Paling Wangi dan Tahan Lama Warna Apa? Ini 3 Varian Favorit dengan Ulasan Positif
-
16 Juni 2026 Libur Apa? Ini Panduan Cuti dari Pemerintah
-
Patakbanteng Buktikan Bahwa Pariwisata Berkelanjutan Tidak Harus Korbankan Desa: Bagaimana Caranya?
-
Bukan Sekadar Ekspor Mentah: Mengapa Hilirisasi Rumput Laut Penting bagi Indonesia?
-
Doa Tahun Baru Islam Dibaca Jam Berapa? Simak Waktu Terbaik Menyambut 1 Muharram
-
Tren Wisata Gen Z 2026: Tak Lagi Cari Hotel Mewah, Fokus Pengalaman Lokal
-
Apakah Boleh Jadi Mualaf karena Menikah? Begini Hukumnya dalam Islam
-
5 Serum Peptide untuk Rawat Kulit Keriput, Nomor 1 Rekomendasi Dokter
-
3 Shio Paling Beruntung pada 15-21 Juni 2026, Siapa yang Ketiban Hoki?
-
Terpopuler: Pahala Mengajak Orang Masuk Islam, Jumat Kliwon Masuk Weton Tulang Wangi?