Suara.com - Keberhasilan Shin Tae-yong (STY) dalam mendalangi kemenangan Timnas Indonesia di perempat final Piala Asia U-23 terus menjadi perbincangan. Apalagi Indonesia berhasil melawan Korea Selatan yang merupakan negara asal STY.
STY disebut-sebut menunjukkan porfesionalitasnya sebagai pelatih saat melawan negaranya sendiri.
Kini berhasil gasak negara sendiri di lapangan hijau, rupanya bukan hanya STY yang jadi sorotan. Sang anak, yakni Shin Jae-won juga menjadi pehatian publik.
Pasalnya, Shin Jae Won mengaku dukung Indonesia meski dirinya orang asli Korea Selatan.
"Saya tidak ingin bertemu di perempat final, tapi hal tersebut terjadi (Indonesia vs Korea Selatan)," tulis @shin_jaewon77 dalam Instagram Story-nya.
"Meskipun aku warga negara Republik Korea, kali ini aku akan mendukung ayahku! Tolong kalian dukung Korea! Indonesia berjuang! @shintaeyong7777," lanjutnya.
Profil Shin Jae-won
Shin Jae-won merupakan anak laki-laki STY yang lahir pada 16 September 1988. Ia memiliki tinggi badan 183 cm. Sama seperti sang ayah, Shin Jae-won juga terjun ke dunia olahraga.
Shin Jae-won sempat mendapat mendapat kesempatan untuk bergabung dengan klub profesional pertamanya, yakni FC Seoul pada 2019. Kala itu Jae-won masih berusia 21 tahun.
Baca Juga: Menyala, Sosok Ini Janjikan Hadiah Rp100 Juta untuk Timnas Indonesia U-23 Jika Juara Piala Asia
Sayangnya, Shin Jae-won belum mendapatkan kesempatan bermain yang layak di klub tersebut. Ia hanya main dua kali di klub tersebut pada 2019.
Shin Jae-won kemudian menjalani masa pinjaman bersama klub kasta kedua, Ansan Greeners. Anak Shin Tae-yong kini menjadi salah satu pemain inti dari klub Seongnam FC di kasta utama K League.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
3 Krim Mengandung Calendula untuk Atasi Kemerahan dan Cegah Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan
-
10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini
-
Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan
-
Dituding Jadi Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Gaji Driver Green SM Hampir Rp10 Juta?
-
4 Parfum untuk Anak Sekolah yang Wangi Tahan Lama dan Murah di Minimarket
-
Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi, Bisakah Orang Biasa Undang Presiden ke Pernikahan?
-
Mengenal Istilah Black Cat Energy dalam Dinamika Percintaan Modern, Beda dengan Cuek
-
Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
-
Body Butter atau Body Lotion Dulu? Ini 4 Rekomendasi untuk Kunci Kelembapan
-
Tumpukan Limbah Usai Kampanye: Bagaimana GUDRND Memberi Hidup Baru pada Sampah Kampanye?