Suara.com - Hubungan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kian hari kian akrab.
Namun tak dapat dipungkiri, bahwa mereka berdua selama beberapa tahun terakhir adalah 'rival abadi'.
Terlebih bahwa selama dua kali Pemilihan Presiden atau Pilpres, Jokowi bersaing dengan Prabowo untuk merebut kursi Presiden RI. Prabowo juga harus dua kali bertekuk lutut di hadapan Jokowi.
Namun, kedua orang itu kini menjadi sahabat. Bahkan, sapaan mesra seperti 'Mas' terlontar dari Jokowi ke Prabowo sebagai simbol persahabatannya itu.
Lantas, seperti apa lika-liku hubungan Jokowi dan Prabowo?
Dua kali rival di Pilpres: Jokowi dan Prabowo bikin Indonesia 'terbelah"
Jokowi dan Prabowo bertemu sebagai rival di Pilpres 2014. Kala itu, Jokowi maju memperebutkan kursi Presiden bersama wakilnya, Jusuf Kalla alias JK.
Sementara itu, Prabowo menggandeng sosok Hatta Rajasa sebagai calon wakil presiden pilihannya.
Pilpres kala itu berlangsung sengit, namun berhasil dimenangkan oleh Jokowi-JK dengan perolehan suara sebesar 53,15% dari keseluruhan suara.
Baca Juga: Jokowi Pilih Tinggalkan Istana Jakarta Saat Didemo Massa Buruh, Ini Alasannya
Jokowi dan Prabowo kembali berhadapan di Pilpres 2019. Jokowi hadir bersama Maruf Amin, sementara Prabowo bersama Sandiaga Uno.
Pilpres 2019 merupakan salah satu kontestasi politik paling panas sebelum hadirnya Pilpres 2024.
Bahkan Pilpres 2019 menghasilkan pergulatan politik yang memecah belah politik Indonesia menjadi kubu cebong dan kampret sebagai pendukung masing-masing calon.
Jokowi kembali memenangkan kontestasi tersebut dan menjaga posisinya sebagai Presiden RI.
Prabowo gabung kubu Jokowi, hingga makin akrab dipanggil 'mas'
Prabowo akhirnya mengakhiri rivalitasnya dengan Jokowi dan bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus (13/7/2019) sebagai simbol dirinya mengakui Jokowi sebagai presiden terpilih.
Berita Terkait
-
Jokowi Pilih Tinggalkan Istana Jakarta Saat Didemo Massa Buruh, Ini Alasannya
-
Jokowi Pilih Panen Jagung saat Buruh Gelar May Day di Jakarta, Istana: Sudah Dirancang Jauh-jauh Hari
-
Presiden Jokowi Makan Mi Gacoan di Mataram, Pesan Level Berapa?
-
Presiden Partai Buruh Said Iqbal Pertimbangkan Dukung Prabowo Subianto
-
Pesan Jokowi Di Hari Buruh: Setiap Pekerja Adalah Pahlawan Ekonomi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan