Kategori Makanan Siap Saji Panggang
• Roti maryam cokelat (kota)
4,50 gram per 100 gram lemak
• Roti maryam cokelat (desa)
6,48 gram per 100 gram lemak
•Martabak cokelat (kota)
4,19 gram per 100 gram lemak
•Kroisan (toko)
2,09 gram per 100 gram lemak
•Kroisan dengan isian cokelat (kemasan pabrikan)
5,34 gram per 100 gram lemak
Apa Itu Lemak Trans?
Lemak trans atau asam lemak trans merupakan sebuah asam lemak tak jenuh yang berasal dari sumber alami, seperti halnya daging ayam dan juga daging merah maupun sumber buatan, seperti es krim, santan, serta mentega.
Apabila makanan tersebut dikonsumsi dalam jumlah yang tinggi, maka lemak trans bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Misalnya meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, peradangan, menurunkan fungsi otak, hingga peningkatan berat badan.
Seiring dengan itu, lemak trans terbukti sebagai jenis lemak yang paling berbahaya lantaran memicu peningkatan kadar low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat serta menurunkan kadar high-density lipoprotein (HDL) maupum kolesterol baik.
Dampak Konsumsi Lemak Trans
Selain berbahaya bagi organ jantung, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dr Eva Susanti mengungkapkan lemak trans juga berkaitan dengan penyakit tidak menular lainnya, seperti kanker dan diabetes.
"Kemudian juga dia terkait langsung juga risiko dengan preeklamsi, kemudian sistem kehamilan atau memperpendek masa kehamilan sehingga risiko keguguran, kemudian gangguan sistem saraf, kanker usus besar, obesitas, diabetes, dan alergi," kata dr Eva Susanti.
"Jadi sebenarnya bukan jantung saja. Kemudian kalau kita lihat stroke juga bisa berpengaruh, biasanya kan stroke terjadi karena penyumbatan karena kandungan Low Density Lipoprotein (LDL). Tadi juga disampaikan risiko utama lemak trans bisa menyebabkan kadar LDL jadi lebih tinggi," lanjutnya.
Sesuai dengan data di lapangan, dr Eva juga menyebut ada sekitar 26,7 persen warga Indonesia yang mengonsumsi lemak secara berlebih. Bahkan, tak sedikit pula dari mereka yang malas melakukan aktivitas fisik. Menurutnya, pola hidup yang tidak sehat itu juga menjadi faktor risiko angka kematian akibat PTM tinggi di Indonesia.
"Ini kalau kita lihat ada 95 persen lebih, 95,5 persen masyarakat Indonesia itu kurang makan buah dan sayur, dan sekitar 33 persen kurang aktivitas fisik, untuk konsumsi lemak sekitar 26,7 persen
"Di sini yang menjadi sebab permasalahan ini yang tadinya merupakan dasar temuan kita, menjadi landasan ilmiah untuk bisa menegakkan suatu kebijakan yang lebih baik lagi," pungkasnya.
Nah, itu tadi daftar jajanan Indonesia yang mengandung lemak trans tinggi temuan WHO. Masyarakat diharap berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, terutama makanan kemasan yang mengandung lemak trans tinggi.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan