Suara.com - Anak sulung Tasya Kamila, Arrasya Wardhana, menunjukan kepintarannya yang tak biasa sebagai balita. Dikenal punya hobi mengoleksi kipas angin, rupanya Arrasya tidak hanya sekadar memainkannya tetapi benar-benar paham mengenai cara kerja mesinnya. Pemahaman Arrasya tentang mesin kipas angin itu bahkan membuat sang ibu heran sendiri.
Akun TikTok @secuilcinta10 memposting ulang unggahan video Tasya ketika mengobrol dengan Arrasya tentang kupas angin. Mulanya, Tasya melontarkan pertanyaan warganet yang 'konsultasi' tentang kipas yang rusak. Tak disangka, Arrasya mampu mengetahui penyebab kerusakan serta solusi untuk memperbaikinya.
"Arr, ini ada temen mama yang nanya, kalau kipasnya, baling-balingnya muternya lambat itu karena apa sih?" tanya Tasya kepada anaknya.
"Kapasitornya," jawab Arrasya dengan cepat.
"Kenapa kapasitornya?" tanya Tasya lagi.
"Rusak, jadi lambat. Kalau diputar terus keset, berarti harua dikasih WD dan oli," jelas Arrasya.
Tasya kemudian kembali mengetes pengetahuan anaknya tentang kipas angin. Balita lima tahun itu ditanya penyebab bila asa bunyi 'kretek-kretek' saat kipas dinyalakan. Kembali, Arrasya tahu penyebabnya.
"Ya, patah baling-balingnya," jawab Arrasya.
Jawaban yang sama dikatakan Arrasya ketika Tasya bertanya penyebab kipas angin kerap bergeser-geser saat dinyalakan. Mendengar seluruh jawaban dari anaknya, istri Randi Bachtiar itu langsung memberikan jempol kepada Arrasya. Dia juga memberikan julukan kepada Arrasya sebagai CEO kipas angin.
Baca Juga: Deretan Artis Melahirkan di 2023, Ada Denise Chariesta yang Bikin Geger!
Arrasya sendiri telah suka bermain dengan kipas angin sejak usianya masih 1 tahun. Seiring waktu, dia makin banyak mengoleksi kipas angin berbagai bentuk dan ukuran. Tak sekadar mengoleksi, Arrasya juga kerap membongkar pasang kipas anginnya. Sehingga tak heran dia jadi mengerti tentang mesin kipas angin.
Arrasya pun banyak dipuji warganet karena dinilai memiliki kecerdasan tak sebagai balita usia lima tahun. Tak sedikit warganet membenarkan jawaban Arrasya. Bocah lima tahun itu pun diprediksi warganet akan menjadi engineer bila sudah besar nanti.
"Kipas d rumh bnyi ktek ktek ktek, bner loh ar emng ad yg ptah baling2 ny. gbisa main2 ni sma suhu kipas," komentar warganet @lissxxxxx.
@sambelgorengkentang:tuh kan dia calon anak teknik " kata warganet @samxxxx.
"Calon calon engineer hebat di indonesia nih arrasya " ujar warganet @ayyxxx.
"Dia gk cuma asal beli kipas, tapi di pelajari sampe bagian" dan cara mengatasi kerusakannya " kata warganet @babxxxx.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas