Suara.com - Labuan Bajo menyimpan kekayaan alam luar biasa yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari dalam dan luar negeri. Tak heran jika kota yang berada di ujung barat Pulau Flores ini masuk dalam 5 destinasi super prioritas yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).
Sebagai destinasi wisata kepulauan, Labuan Bajo seolah menjadi pintu gerbang berbagai pulau-pulau eksotis yang sayang untuk dilewatkan. Terlebih dengan keberadaan habitat asli kadar raksasa, komodo yang menjadi nilai jual tersendiri bagi kawasan ini.
Dalam satu hari, wisatawan bahkan bisa menikmati island hopping alias berwisata dari satu pulau ke pulau lain melalui banyak jasa travel yang berada di Labuan Bajo dengan harga yang beragam tergantung kebutuhan. Baru-baru ini, Suara.com pun berkesempatan untuk menjajalnya ke tiga kawasan indah, menjadi pengalaman yang sangat berkesan.
1. Pulau Padar
Memulai perjalanan menggunakan speed boat pada pukul 7.45 dari dermaga Ayana Komodo Waecicu Beach, rombongan kami tiba di pulau pertama yang akan kami kunjungi, yakni Pulau Padar pada pukul 08.00 pagi.
Pulau Padar nemang dikenal sebagai salah satu pulau di kawasan Taman Nasional Komodo yang memiliki lanskap yang dramatis. Tiga perbukitan berbatu yang menjulang tinggi di laut, menciptakan pemandangan yang spektakuler dari atas bukit.
Untuk melihat pemandangan ikonik itu, pengunjung diharusnya melakukan pendakian dengan 818 anak tangga yang cukup menantang. Perjalanan sendiri terbagi terbagi menjadi lima pos yang masing-masingnya menyajikan panorama 360 derajat yang menakjubkan.
Durasi perjalanan menuju pos lima berbeda-beda setiap orang. Namun, rombongan tiba setelah satu jalam trekking dengan banyak pemberhentian untuk berfoto dan beristirahat. Dari sini, kita bisa melihat Teluk Komodo yang terbentang luas, dihiasi dengan pulau-pulau kecil.
Di bagian yamg lain terdapat Pulau Komodo dan Rinca yang terkenal, tempat hidup kawanan komodo. Ketiga bukit berbatu tampak berkerumun di sekitar, seperti raksasa yang menjaga pulau ini
2. Pulau Komodo
Setelah mendaki Pulau Padar, tujuan selanjutnya adalah melakukan ekspedisi komodo di Pulau Komodo. Untuk bertemu kadal raksasa di habitat aslinya, kita bisa melakukan perjalanan dari desa Komodo didampingi oleh para ranger yang berpengalaman.
Sebagai kawasan yang dilindungi oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia, betwisata di kawasan ini pun diatur dengan ketat untuk meminimalkan dampak terhadap komodo. Perjalanan pun dimulai setelah kami memiliki trek yang akan dilalui, yakni short track alias trek pendek.
Populasi komodo di pulau ini diperkirakan ada sekitar 1.500an ekor, sementara puluhan ekor lainnya diketahui juga berada di Pulau Padar hingga Pulau Rinca.
Selain Komodo, pulau ini juga merupakan rumah bagi rusa Timor, kerbau liar, dan berbagai macam burung dan reptil.
Kawasan luas yang terdiri dari hutan kering dan sabana yang gersang memberikan pemandangan yang mencolok. Di dalam hutan, komodo berkeliaran bebas, mencari mangsa dengan indra penciumannya yang tajam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan