Suara.com - Fashion Influencer, Sabrina Sosiawan mengungkap tren fashion busana muslim yang akan menjadi mendominasi di Hari Raya Idul Adha. Meski tidak seheboh lebaran Idul Fitri, namun hari raya qurban ini kerap dijadikan ajang untuk bersilahturahmi.
Menariknya, bukan silaturahmi namanya jika tidak menggunakan busana fashion yang menarik sekaligus untuk menampilkan citra dan nama baik diri sendiri.
Sabrina mengatakan alih-alih pakaian heboh, saat ini tren busana muslim sudah mengarah pada gaya busana minimalis. Ini karena saat ini para pecinta fashion menjalani kegiatan yang serba cepat dan sibuk, sehingga enggan menggunakan pakaian yang mencolok.
"Tren fashion muslimah saat ini cenderung mengarah pada gaya yang lebih minimalis namun tetap elegan. Tren ini menggunakan palet warna netral, desain yang simple yet sophisticated, dan motif yang tidak berlebihan namun tetap menonjolkan keindahan," ujar Sabrina dalam acara peluncuran koleksi terbaru Kudung di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (6/6/2024).
Menurut Sabrina, saat ini banyak pecinta busana muslim yang alih-alih berfokus pada punya banyak pakaian, lebih pilih punya sedikit pakaian namun mudah dipadupadan atau mix and match.
"Jadi misalnya nih beli satu setel busana muslim one set atasan kemeja dan bawahan, masing-masingnya bisa dipadukan dengan bawahan dan atasan yang berbeda," jelas Sabrina.
Lalu dari sisi warna juga, karena cenderung soft dan berwarna dasar maka akan lebih mudah dipadukan dengan berbagai warna lain. Warna-warna netral itu meliputi putih, hitam, krem, soft blue dan sebagainya.
"Saya melihat koleksi Sweet Serenity ini sebagai langkah yang tepat untuk memenuhi kebutuhan fashion muslimah yang modern dan stylish,” pungkas Sabrina.
Perlu diketahui, fashion minimalis merupakan gaya berpakaian yang fokus pada bagaimana seseorang bisa memaksimalkan fungsi pakaian yang tidak banyak dan menghilangkan hal-hal yang tidak dibutuhkan.
Baca Juga: Cegah Penyebaran Berbagai Penyakit dari Ternak Kurban, Ini Langkah Kota Surakarta
Selain itu fashion minimalis berarti memiliki jumlah pakaian yang tidak banyak di dalam lemari, yakni pakaian yang hanya kamu sukai dan dapat memberikan kesenangan. Minimalis juga merupakan kebalikan dari konsumerisme modern yang kerap mendorong konsumen untuk terus berbelanja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Review Viva Moisturizer Gel Glowing White, Pelembap Rp30 Ribuan Atasi Kulit Kering dan Kusam
-
James Riady Pastikan Mal Lippo Tak Dipagari
-
Forrest Gump: Kebijaksanaan Emosional di Tengah Turbulensi Sejarah
-
Berapa Daya Listrik Kulkas Mini Portable? Cek Penjelasan dan Rekomendasi Produknya
-
3 Pilihan Sepatu Lari Lokal untuk Tempo Run Terbaik, Kualitas Setara Brand Luar Negeri
-
Tak Ingin Jakarta Hilang Akar, Pramono Jani Perkuat Lembaga Adat Betawi
-
Lampu Mati Berujung Kobaran Api: Bus Mewah Double Decker Gunung Harta Hangus di Tol Madiun
-
Review Novel Hyouka: Misteri Sederhana yang Menyimpan Rahasia 33 Tahun
-
Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Eks Petinggi BUMN yang Terjaring Operasi KPK
-
Sudah Siap War Tiket? Ini Rangkaian Acara Lengkap Perayaan HUT ke-81 RI dari Istana hingga Monas