Suara.com - Forum Indosarang belum lama ini tengah hangat diperbincangkan masyarakat Indonesia. Forum Indosarang menjadi kontroversial karena beberapa komentar yang merendahkan orang Indonesia di dalamnya.
Awalnya, situs Indosarang viral di TikTok dan Twitter karena tangkapan layar beberapa komentar yang ditulis dalam bahasa Korea dan kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Setelah kontroversi, pemilik situs meminta maaf kepada orang Indonesia atas tulisan-tulisan yang tidak baik tersebut.
Forum Indosarang adalah sebuah situs web komunitas yang digunakan oleh orang-orang Korea Selatan yang tinggal dan bekerja di Indonesia. Pada forum ini, mereka dapat berinteraksi dan berbicara dalam bahasa Korea tentang berbagai hal terkait Indonesia.
Namun, sayangnya, beberapa komentar di forum ini menggunakan bahasa yang kasar serta merendahkan orang Indonesia. Forum Indosarang membahas berbagai topik terkait Indonesia dan Korea Selatan.
Beberapa topik yang sering dibicarakan di sana meliputi:
- Budaya dan Wisata: Pengguna forum berbagi pengalaman mereka tentang tempat wisata, makanan, dan budaya di Indonesia dan Korea Selatan.
- Bahasa dan Pendidikan: Diskusi tentang bahasa Indonesia dan Korea Selatan, serta pertukaran informasi tentang belajar bahasa.
- Kehidupan Sehari-hari: Pengguna berbicara tentang kehidupan sehari-hari, seperti kuliner, hobi, dan aktivitas.
- Berita dan Isu Sosial: Forum ini juga menjadi tempat berbagi berita terkini dan isu-isu sosial yang relevan dengan kedua negara. Ingatlah bahwa setiap forum memiliki aturan dan etika, jadi penting untuk berbicara dengan sopan dan menghormati anggota lain.
Kronologi Indosarang Viral
Situs Indosarang telah menjadi viral dan menuai sorotan di media sosial karena adanya komentar-komentar rasis, penghinaan, dan pengecilan martabat terhadap orang Indonesia yang dilakukan oleh beberapa pengguna situs tersebut.
Awalnya, popularitas platform ini melejit di TikTok dan X (sebelumnya Twitter) setelah seorang pengguna lain membagikan tangkapan layar komentar-komentar rasis dan penghinaan di dalam forum tersebut.
Tangkapan layar tersebut menunjukkan komentar-komentar yang ditulis dalam bahasa Korea kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dalam terjemahan tersebut, terlihat jelas adanya banyak komentar rasis dan penghinaan yang ditujukan kepada warga Indonesia.
Salah satu contoh komentar tersebut menghina tampilan fisik, warna kulit, dan agama yang ada di Indonesia. Pengguna yang pertama kali membagikan tangkapan layar tersebut adalah akun TikTok dengan nama @5.7fttall, dan postingannya diunggah sejak 1 Juni 2024.
Dalam unggahan yang sama, pemilik situs Indosarang diduga telah meminta maaf, terutama kepada masyarakat Indonesia yang merasa terluka oleh insiden yang terjadi di situs tersebut.
"Sebagai pemilik situs, saya menyadari bahwa beberapa tulisan yang tidak pantas telah diterjemahkan dan menyebar di luar situs. Pertama-tama, saya ingin meminta maaf kepada teman-teman di Indonesia yang merasa terluka karena hal tersebut," tulisnya.
Berdasarkan pemantauan, situs Indosarang sebelumnya mengalami masalah aksesibilitas, namun saat ini situs tersebut dapat dibuka meskipun dengan keterbatasan. Unggahan permintaan maaf dari pemilik situs Indosarang juga dapat ditemukan di dalam situs, dan ditulis dalam bahasa Indonesia.
Berdasarkan deskripsi forum ini, awalnya web ini didirikan dengan tujuan mulia untuk membantu warga Korea Selatan yang tertarik atau sedang mempelajari tentang Indonesia. Namun, sayangnya, belakangan diketahui bahwa situs ini telah disalahgunakan, yang menyebabkan ketidakpuasan dan kemarahan di kalangan warga Indonesia.
Kontributor : Pasha Aiga Wilkins
Berita Terkait
-
Forum Indosarang Bikin Hansol Emosi, Minta Kedubes dan Polisi Bertindak: Semua Bilang Itu Website Sampah!
-
Apa Itu PAP? Jangan Salah Lagi Maksud dan Artinya
-
Apa Itu CMIIW? Istilah Viral yang Digunakan Milenial dan Gen Z
-
Apa Itu Saweria yang Banyak Digunakan Streamer? Lengkap Cara Pemakaiannya
-
Apa Itu Red Flag? Sering Digunakan untuk Menandai Kondisi Suatu Hubungan
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Andalkan AI Benahi Desil, Luhut: Orang Tak Bisa Sembunyikan Data Lagi
-
322 Orang Ditangkap Buntut Demo 27 Agustus, 48 Jadi Tersangka
-
Pengembangan PLTP Makin Masif, Industri EPC Ikut Kecipratan
-
66 Orang Sudah Dipecat, Ini Alasan Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Jam 2 Pagi
-
Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage di Indonesia
-
Ada yang Membayar! Polisi Buru Perekrut Anak-anak dan Pendana Kerusuhan Demo 27 Agustus
-
BPS Akui Data Desil Masyarakat Belum Siap
-
Polisi Sebut TL Slipi Aman Dilalui Pasca Demo Ricuh, Warga Tak Perlu Ragu Melintas
-
Media Singapura soal Demo 27 Agustus: Prabowo Sedang Berjuang Pulihkan Kepercayaan Publik
-
Kisah Sulaiman, Anak Petani dari Flores yang Kini Mengabdi di Sekolah Rakyat