Suara.com - Menjamurnya hotel murah meriah dan hotel kapsul ternyata tidak membuat hotel berbintang takut kehilangan pelanggan. Justru, pengelola merasa semakin banyak hotel akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Kenapa ya?
Hilma Hendriyani, THE TRIBRATA, Hotel & Convention Center (Sutasoma Hotel & The Opus Grand Ballroom), mengaku tak khawatir dengan bermunculannya hotel murah meriah, seperti hotel kapsul. Menurutnya semakin banyaknya pilihan hotel, masyarakat akan bisa menilai sendiri mana yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.
"Dengan adanya hotel-hotel kapsul itu dilempar ke pasar, justru masyarakat jadi lebih banyak pilihan. Dan bukan saingan ya. Jadinya masyarakat bisa tahu kalau di sini (hotel berbintang -red) begini experience-nya lebih dapat, kalau di hotel murah yang didapat pasti berbeda, dan pada akhirnya itu ada marketnya masing-masing," terang Hilma dalam sesi wawancara bersama Suara.com di Hotel Sutasoma, Jakarta Selatan, ditulis Selasa (2/7/2024).
Dengan pengalaman lebih dari 24 tahun di dunia perhotelan, Hilma memiliki wawasan yang luas tentang alasan hotel berbintang tak perlu takut bersaing dengan hotel kapsul. Menurutnya, pengalaman yang didapat oleh pengunjung saat menginap di hotel kapsul dan hotel berbintang tentunya akan berbeda. Di hotel berbintang, pengunjung akan dilayani dengan berbagai macam service, fasilitas, serta akomodasi yang lebih baik.
Dengan begitu pengunjung akan mendapatkan pengalaman menginap yang tidak terlupakan, dan kemungkinan besar akan kembali menginap di hotel yang sama.
"Hotel kami berfokus pada menciptakan pengalaman tak terlupakan bagi klien dan tamu. Misalnya, tamu akan selalu ingat menginap di tempat kami karena kami memberikan sesuatu yang melebihi ekspektasi mereka. Di kamar sudah tersedia berbagai fasilitas tambahan yang membuat mereka merasa istimewa dan diingat. Kita ingin mereka bilang 'i will never forget staying here'" terang Hilma lagi.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut pada tahun 2023, terdapat 29.005 hotel dan layanan akomodasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebanyak 24.876 merupakan hotel non-bintang, dengan 4.129 lainnya adalah hotel berbintang.
Meski jumlahnya sangat kontras, rupanya tingkat kunjungan hotel berbintang terbukti tak sepi. Berdasarkan laporan yang sama, secara umum okupansi kamar hotel berbintang terus naik di tahun 2023. Pada Januari 2023, tingkat hunian mencapai 44,86 persen dan terus membaik seiring berjalannya tahun. Di bulan Oktober 2023, okupansi naik mencapai 53,02 persen.
Kenaikan jumlah pengunjung pasca pandemi Covid-19 diakui Hilma memang dimulai sejak pertengahan tahun 2023. Kenaikan jumlah pengunjung terjadi seiring meredanya kasus Covid-19 dan adanya kebijakan repatriasi yang dilakukan oleh pemerintah.
Program repatriasi yang bekerja sama dengan hotel membuat Warga Negara Asing dan Warga Negara Indonesia yang datang dari luar negeri untuk dikarantina terlebih dahulu, sebelum bisa beraktivitas normal.
"Alhamdulillah mulai pertengahan tahun 2023 itu bisnis perhotelan sudah mulai menggeliat lagi ya. Selain repatriasi, mungkin juga orang sudah capek di rumah terus, sementara bisnis kan harus jalan," terangnya.
Ke depannya, Hilma berharap perkembangan industri pariwisata khususnya perhotelan akan semakin baik. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan potensi bisnis di Jakarta yang kini sudah tidak lagi berstatus sebagai ibu kota negara.
"Meskipun Ibu Kota akan pindah, Jakarta tetap memiliki potensi besar sebagai pusat bisnis, mirip dengan situasi di Australia di mana Ibu Kota dan pusat bisnis berada di lokasi yang berbeda. Saya berharap bisnis di Jakarta akan terus berkembang, menarik investor untuk berinvestasi, yang pada akhirnya juga akan mendukung sektor pariwisata, khususnya perhotelan," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
Terkini
-
Siapakah Baal Epstein Files? Ramai Disebut-sebut, Begini Sejarahnya
-
5 Rekomendasi Sepeda Gravel Lokal, Modal 3 Jutaan Tembus Segala Medan
-
7 Fakta Little St. James, Pulau Pedofil Milik Jeffrey Epstein
-
Kenapa Jeffrey Epstein Disebut Mata-Mata Israel? Diduga Punya Koneksi dengan Sosok Ini
-
Kenapa Sunscreen Perih di Mata? Ini Penyebab dan 5 Rekomendasi yang Aman Dipakai
-
Habis Pakai Micellar Water Perlu Cuci Muka? Ini Penjelasan dan 7 Pilihan Terbaik
-
Serum Retinol Bagusnya Dipakai dengan Moisturizer Apa? Ini 3 Rekomendasinya
-
Gerakan Gentengisasi Presiden Prabowo Subianto, Apa Itu?
-
5 Rekomendasi Model Baju Lebaran 2026 Wanita, Tampil Anggun di Hari Raya
-
UMKM Perempuan Masih Hadapi Tantangan, Pendampingan Jadi Kunci Keberlanjutan