Suara.com - Pandji Pragiwaksono mengatakan bahwa Komeng lebih layak menjadi Presiden RI ketimbang Prabowo Subianto. Hal ini diungkapnya saat menjadi bintang tamu di acara podcast Deddy Corbuzier.
Dalam video podcast, Pandji dan Deddy awalnya membahas sosok Marshel Widianyo yang maju sebagai calon wakil wali kota Tangerang Selatan. Menurut Deddy, pencalonan Marshel di Pilwakot Tangsel 2024 itu adalah bentuk asian value.
Deddy menjelaskan bahwa asian value yang dimaksud dalam kasus Marshel adalah terkait IQ rata-rata orang Indonesia. Ia menilai Marshel bisa mencalonkan diri di Pilkada karena mewakili rakyat kecil.
"Marshel Widianto itu (wujud) asian value bos. IQ (rata-rata) orang Indonesia 70-80. (IQ rata-rata orang Indonesia) itu by riset bro. Bukan omongan gue. By riset," tegas Deddy di hadapan Pandji.
Pernyataan Deddy itu langsung dibantah tegas oleh Pandji. Menurut sang komika, calon pemimpin di Indonesia justru harus berasal dari yang terbaik di kalangan rakyat.
"Kalau jadi pemimpin harusnya (kualitas) yang terbaik dari kita dong," timpal Pandji.
Namun, Deddy menyanggah kata-kata Pandji. Ia menilai sosok Marshel bisa maju sebagai calon wakil wali kota Tangerang Selatan karena mewakili rakyat kecil. Hal tersebut, kata Deddy, adalah bentuk asian value.
Lagi-lagi Pandji membalas pernyataan Deddy dengan menohok. Menurutnya, Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka tidak pantas menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI jika calon pemimpin harus merasakan kehidupan rakyat kecil.
Bukan tanpa alasan, Prabowo diketahui berasal dari keturunan pejabat. Ayah Prabowo, Sumitro Djojohadikusumo adalah mantan menteri Perekonomian di era Presiden Soekarno. Sumitro juga pernah menjadi Menteri Riset dan Teknologi di era Presiden Soeharto.
Latar belakang keluarga Prabowo, kata Pandji, membuktikan bahwa kehidupan Presiden RI terpilih itu berbeda dari rakyat kecil. Begitu pula dengan Gibran yang merupakan anak Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Ya kalau gitu (pemimpin harus dari rakyat kecil), Prabowo jangan jadi presiden. Mana ada rakyat Indonesia bapaknya menteri zaman Soeharto, nggak ada," tegas Pandji.
"Kalau misalkan harus mewakili rakyat Indonesia, Prabowo sama Gibran nggak bisa jadi presiden, nggak bisa jadi wapres. Prabowo itu bapaknya menteri. Gibran bapaknya presiden. Sangat tidak mewakili rakyat Indonesia," tambahnya.
Terakhir, Pandji mengungkap sosok yang lebih layak menjadi Presiden RI. Sosok yang dimaksud adalah Komeng, sang komedian yang baru saja terpilih sebagai anggota DPD di Pemilu 2024. Alasannya, Komeng dinilai berasal dari rakyat sehingga pantas menjadi Presiden RI.
"Tahu nggak harusnya siapa di situ (menjabat pemimpin Indonesia)? Komeng sekalian. Bener-bener Komeng sekalian. Taruh Komeng di situ, dia mewakili bangsa Indonesia, datang dari rakyat," pungkas Pandji Pragiwaksono.
Berita Terkait
-
Gara-gara Marshel Widianto Maju Pilkada, Deddy Corbuzier Singgung IQ Orang Indonesia: Itu Asian Value Bos!
-
Pandji Pragiwaksono Skakmat Deddy Corbuzier soal Undang Prabowo di Masa Tenang
-
Bekas Kurir Narkoba, Marshel Widianto Disebut Pandji Pragiwaksono Tak Pantas Maju Pilkada Tangsel
-
Kapolri Ngaku Kerahkan Itwasum dan Propam Mabes Tangani Kasus Kematian Afif Maulana
-
Maju Pilwalkot Tangsel, Deddy Corbuzier Sebut Marshel Widianto Wujud Asian Value
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis