Suara.com - Kasus dugaan penggelapan dana oleh mantan manajer Fuji, Batara Ageng (BA), tengah menjadi buah bibir. Kekinian terungkap bahwa BA tergiur untuk menggelapkan dana Fuji sebanyak Rp1,3 miliar karena gajinya kecil.
AKP Tomi Kurniawan selaku Kanit Krimsus Polres Jakarta Barat menyebutkan bahwa gaji mantan manajer Fuji adalah sebesar Rp500 ribu per bulan. Tapi di luar itu, BA juga mendapat bonus 5-10 persen dari setiap kontrak Fuji dan brand.
"Saudara BA itu digaji Rp500 ribu per bulan. Namun, apabila ada kontrak kerja sama dengan para agensi, saudara BA dapat keuntungan 5 sampai 10 persen," jelas AKP Tomi Kurniawan pada Kamis (11/7/2024).
Kabar bahwa gaji mantan manajer Fuji hanya mendapat gaji Rp500 ribu pun menjadi bahan perbincangan di media sosial, termasuk di akun Instagram pembasmi.kehaluan.reall.
Beberapa netizen rupanya ragu kalau BA benar-benar hanya mendapat uang Rp500 ribu per bulan dari kerjaannya bersama Fuji. Mengingat ia juga punya jatah 5-10 persen dari setiap kerja sama Fuji dengan brand.
"Jangan fokus di Rp500 per bulan. Fokuslah di 5-10 persennya! Rp100 juta per kontrak (sudah) dapat 5-10 juta woi," tulis salah satu netizen.
Komentar netizen ini ternyata dilihat oleh Fadly Faisal. Kakak Fuji itu pun men-spill jumlah asli pendapatan BA selama bekerja sebagai manajer sang adik.
Kendati tak menyebut nominal pasti, Fadly Faisal memastikan bahwa pendapatan BA lebih dari dugaan netizen. Padahal netizen itu memperkirakan jumlah pendapatan BA bisa mencapai dua digit per bulan.
"Wkwkwk lebih brok," tulis Fadly Faisal ketika menjawab komentar netizen di akun Instagram pembasmi.kehaluan.reall tersebut, dilansir pada Jumat (12/7/2024).
Baca Juga: Mayang Lucyana Dicurigai Sosok di Balik Akun yang Ngatain Fuji Aura Maghrib
Sementara itu, dana sebesar Rp1,3 miliar yang digelapkan oleh BA berasal dari penghasilan Fuji mulai dari Desember 2021 hingga Desember 2022. Kini kasus dugaan penggelapan dana mantan manajer Fuji masih terus diproses.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan