Suara.com - Sudah sejak lama Pramuka menjadi kegiatan ekstrakurikuler atau ekskul wajib di setiap jenjang sekolah. Tentunya ada alasan khusus, Pramuka wajib diadakan di sekolah. Lantas kenapa Pramuka wajib diadakan di sekolah?
Saat ini, siswa di Indonesia tengah mempersiapkan kegiatan menjelang peringatan Hari Pramuka Nasional ke-63 yang jatuh pada tanggal 14 Agustus 2024. Sebagai informasi, peringatan Hari Pramuka Nasional tahun ini mengusung tema "Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI".
Meski sebelumnya Pramuka wajib diadakan jenjang sekolah, beberapa waktu lalu terbit peraturan baru dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terkait, ekstrakurikuler Pramuka yang sudah tidak wajib lagi diikuti melainkan sifatnya sukarelawan. Peraturan ini tentu menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.
Diatur dalam Permendikbud No. 63 Tahun 2014 Pasal 2, Pramuka adalah kegiatan ekstrakurikuler yang diwajibkan bagi siswa jenjang SD sampai SMA. Kemudian terdapat peraturan terbaru Mendikbudristek No. 12 Tahun 2024 terkait Kurikulum pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah yang tidak mewajibkan ekskul ini.
Kenapa Pramuka Wajib Diadakan di Sekolah?
Pendidikan karakter mempunyai berbagai macam manfaat bagi siswa, terutama dalam pembentukan kepribadian dan perkembangan. Pendidikan karakter bisa membantu setiap siswa dalam memahami dan menginternalisasi nilai-nilai moral misalnya kejujuran, empati, rasa hormat serta tanggung jawab.
Pendidikan karakter yang diadakan melalui Pramuka juga dapat mencegah perilaku negatif seperti pergaulan bebas, bullying, kenakalan remaja, hingga narkoba. Dengan memahami nilai moral di atas, siswa akan cenderung memilih tindakan yang lebih positif dan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
Alasan Pramuka wajib diadakan di sekolah yaitu Pramuka adalah wadah untuk membangun karakter dan kepemimpinan terhadap generasi muda. Dalam kegiatan pramuka, siswa diajarkan nilai-nilai seperti tanggung jawab, kejujuran, disiplin, kerja sama, dan kemandirian melalui kegiatan di lapangan, pengalaman alam, hingga pelatihan kepemimpinan.
Pendidikan karakter di dalam pramuka tidak hanya tentang mengajarkan nilai-nilai moral, namun juga mengenai membantu sesama anggota pramuka dan menerapkan nilai-nilai tersebut di dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: 25 Ucapan Hari Pramuka 2024 Singkat, Cocok untuk Caption di Medsos
Selain itu, pramuka menyediakan kesempatan bagi setiap siswa untuk mengembangkan sebuah keterampilan praktis yang mungkin tidak bisa didapatkan di dalam kelas. Misalnya keterampilan bertahan hidup di alam liar, keterampilan pertolongan pertama, hingga keterampilan menggunakan alat terbatas akan diajarkan melalui Pramuka. Hal ini tentu bisa memberikan pengalaman nyata yang dapat membantu para siswa menjadi pribadi lebih mandiri dan siap menghadapi berbagai situasi.
Alasan berikutnya, pramuka sebagai wadah mempromosikan rasa persatuan dan kebersamaan di antara siswa. Melalui kegiatan-kegiatan kelompok hingga proyek kolaboratif, siswa akan belajar untuk bekerja sama sebagai tim, menghargai perbedaan, memberikan pendapat dan membangun hubungan yang lebih erat.
Pramuka juga bisa memperluas wawasan siswa tentang dunia di sekitar mereka. Melalui kegiatan jelajah alam hingga pembelajaran tentang keberlanjutan lingkungan, pramuka bisa membuka mata setiap siswa terhadap berbagai isu global hingga mempersiapkan setiap siswa menjadi warga yang bertanggung jawab dan peduli terhadap bumi.
Demikian penjelasan tentang kenapa Pramuka wajib diadakan di sekolah. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim