Suara.com - Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami selebgram Cut Intan Nabila belakangan ini menjadi topik yang ramai dibahas. Perempuan asal Aceh itu menjadi korban KDRT suaminya sendiri, Armor Toreador (AT). Kejadian ini membuat siapa saja penting untuk mengetahui jenis-jenis KDRT.
Detik-detik Intan Nabila dianiaya oleh suami terekam CCTV hingga akhirnya video itu viral di media sosial. Dalam video CCTV yang diunggah sendiri oleh Intan di akun Instagramnya, terlihat Armor Toreador (AT) melayangkan pukulan hingga membabi buta kepada istrinya sendiri. Tak hanya itu, anak ketiganya yang masih bayi juga terlihat tertendang AT.
Kejadian keji yang dialami Intan Nabila membuat setiap orang terutama perempuan harus selalu berhati-hati terhadap segala tindak kekerasan. Sekecil apapun kekerasan yang kita alami, kita harus peduli terhadap diri sendiri. Sebab dari kekerasan kecil itu bisa menjadi kebiasaan yang terulang.
Nah, KDRT yang menimpa Intan Nabila ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada terhadap segala tindak kekerasan. Sebab kekerasan terdiri dari berbagai macam jenisnya. Hingga tak menutup kemungkinan orang akan mengalami jenis KDRT yang berbeda.
Jenis-Jenis KDRT
Tidak hanya kekerasan perempuan, KDRT bisa dialami oleh pria, anak dan anggota keluarga dalam sebuah rumah tangga. Berikut ini adalah jenis-jenis KDRT secara detail yang tertuang dalam empat pasal UU PKDRT:
1. Kekerasan Fisik
Kekerasan fisik menjadi jenis KDRT yang paling sering dialami oleh seseorang. Kekerasan ini lebih rentan terjadi terhadap wanita, namun tak menutup kemungkinan pria juga bisa mengalami kekerasan fisik di dalam rumah tangga.
Terdapat beberapa tindakan yang masuk ke dalam jenis kekerasan fisik dalam KDRT, seperti:
Baca Juga: Diringkus Polisi Saat Melarikan Diri, Suami Selebgram Cut Intan Nabila Dijerat Pasal Berlapis
- Menendang, menjambak, memukul, mendorong, mencekik, hingga menganiaya.
- Melempar benda ke pasangan.
- Menggunakan senjata tajam sebagai ancaman.
- Pembunuhan.
2. Kekerasan Emosional (Psikis)
Kekerasan emosional (Psikis) dapat menyebabkan efek yang lebih buruk dibandingkan kekerasan fisik. Terdapat beberapa tindakan yang masuk ke dalam kekerasan psikis ini, seperti:
- Mengabaikan kondisi pasangan.
- Menghina pasangan.
- Terus menerus mengkritik dan menyudutkannya.
- Mempermalukan pasangan di depan umum.
- Mengintimidasi pasangan.
- Memfitnah pasangan.
- Mengusir pasangan secara terus menerus.
- Menelantarkan pasangan atau anak.
- Melarang pasangan untuk mengakses kebutuhan dasar, seperti obat-obatan, makanan, bekerja dan berhubungan sosial dengan orang lain.
3. Kekerasan Seksual
Kekerasan seksual merupakan suatu tindakan menyerang, menghina, hingga merendahkan tubuh dan organ reproduksi seseorang. Kondisi seperti ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental bila tidak segera dihentikan. Terdapat beberapa jenis tindakan kekerasan seksual dalam rumah tangga, antara lain yaitu:
- Melarang penggunaan kontrasepsi (KB).
- Pemaksaan aktivitas seksual.
- Memaksa pasangan melakukan kegiatan seksual di luar norma agama.
- Menuduh pasangan melakukan pergaulan bebas dengan orang lain.
- Memaksa pasangan untuk menyaksikan tayangan pornografi.
- Melakukan kekerasan saat berhubungan seksual.
4. Kekerasan Finansial
Di dalam rumah tangga juga ada kekerasan finansial. Hal ini bisa berupa:
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Apakah Sepatu Running Bisa untuk Badminton? ini 5 Rekomendasi Sepatu Bulutangkis yang Nyaman
-
Apakah Sepeda Lipat Bisa Naik KRL? Cek 5 Rekomendasi Paling Kokoh yang Penuhi Syarat
-
5 Sepeda Tanpa Pedal untuk Melatih Keseimbangan Anak, Harga Murah Meriah
-
5 Ide Isi Hampers Estetik, Deretan Kue Kering Terpopuler yang Wajib Ada
-
Lontar dan Filosofi Kecukupan, Memahami Orang Sabu Lewat Sebatang Pohon
-
Kapan Batas Waktu Mengganti Puasa Ramadhan?
-
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
-
Apakah Serum Anti Aging Boleh Dipakai Setiap Hari? Cek 5 Rekomendasi untuk Usia 40 Tahun ke Atas
-
7 Shio Paling Beruntung Februari 2026, Siapa yang Mendapat Rezeki Nomplok?
-
Apakah Tanggal 16 Februari 2026 Libur? Cek Jadwal Lengkap Long Weekend Imlek di Sini!