Suara.com - Di Indonesia, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW telah menjadi tradisi dan dirayakan dengan berbagai macam cara. Namun, setiap kali bulan Maulid tiba, diskusi mengenai bid’ah atau inovasi dalam praktik keagamaan kembali mencuat, hingga memunculkan beragam pandangan yang kerap menimbulkan kontroversi.
Banyak yang penasaran dan ingin tahu, apakah Maulid Nabi itu bid’ah? Temukan penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apakah Maulid Nabi Itu Bid’ah?
Perlu dipahami bahwa Maulid nabi menurut etimologi bisa diartikan sebagai kelahiran Nabi Muhammad SAW di dunia. Sedangkan menurut terminologi, Maulid Nabi didefinisikan sebagai pengungkapan rasa gembira dengan cara bersyukur kepada Allah SWT atas karunia dan rahmat-Nya, yang merupakan kenikmatan bagi seluruh alam semesta dengan dilahirkannya baginda Nabi Muhammad SAW.
Bulan Rabiul Awwal masyhur dengan kelahiran Sang Nabi Agung Islam, yaitu Nabi Muhammad SAW yang lahir di kota Makkah al-Mukarromah pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 571 Masehi (tahun Gajah). Hal inilah yang menyebabkan bulan Rabiul Awal menjadi agung sebab lahir di dalamnya manusia agung. Oleh karena itu, tidaklah heran jika penganut agama Islam mengadakan peringatan Maulid Nabi di setiap tahunnya.
Lantas, apakah Maulid Nabi itu bid’ah?
Perayaan Maulid Nabi bukanlah sebuah peristiwa yang bid’ah. Bid’ah sendiri adalah hal baru dan tidak ada di zaman Rasulullah SAW. Suatu hal yang baru ini bisa berupa sesuatu yang baik (hasanah) ataupun buruk (dhalalah). Makna kata hasanah sendiri yaitu sesuatu yang tidak bertentangan dengan Syari’at Islam, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, perayaan Maulid Nabi bukan sesuatu yang mengandung bid’ah. Sebab, Maulid Nabi Muhammad SAW telah diperingati sejak zaman sahabat nabi dahulu. Hal itu telah tercantum di dalam kitab Ar-Rasail As-Salafiyah, karya Imam Muhammad bin Ali asy-Syaukani, pada halaman 46:
“Para sahabat yang mendapat petunjuk berkumpul di rumah-rumah dan masjid-masjid, dan di antara mereka ada nabi mereka. Para sahabat membaca syair-syair dan membaca sejarah-sejarah, minum dan juga makan. Barangsiapa yang beranggapan bahwa perkumpulan yang di dalamnya tidak ada keharaman adalah bid’ah, maka mereka benar-benar salah. Karena bid’ah yang dilarang yaitu sesuatu yang dinilai bid’ah dalam agama, dan perkumpulan ini bukanlah bagian dari itu”, (Ar-Rasa’il As-Salafiyah halaman 46).
Nah, kutipan di atas bisa menjadi jawaban bagi mereka yang berasumsi bahwa Maulid Nabi adalah bid’ah, karena Rasulullah SAW tidak pernah memberi contoh semasa hidupnya. Justru pemahaman mereka mengenai afirmasi sebuah bid’ah amat terbatas. Nabi memang tidak pernah mencontohkan, tidak pula memerintahkan kepada para sahabatnya untuk memperingati hari kelahirannya. Akan tetapi, sahabat melaksanakannya sebagai bentuk rasa syukur atas hadirnya Rasulullah SAW sebagai Rahmatan lil’alamin.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Baca Juga: 50 Desain Banner Poster Maulid Nabi 2024 Terbaru, Gampang Editnya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
4 Sampo Wardah yang Cocok untuk Rambut Rontok, Ketombe, dan Mudah Lepek
-
Apa Pekerjaan Dede Sunandar Sekarang? Geger Ngaku KDRT Istri
-
5 Spray Penghilang Noda Baju Instan Tanpa Bilas dan Tak Merusak Kain
-
5 Cara Memilih Parfum Wanita Sesuai Kepribadian agar Wangi Terasa Lebih Melekat
-
Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun, Berapa Harta Nadiem Makarim?
-
Kapan Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan?
-
5 Zodiak Diprediksi Bernasib Baik pada 14 Mei 2026, Keuangan Stabil hingga Asmara Membaik
-
6 Bedak Lokal High Coverage untuk Kulit Kendur, Makeup Jadi Halus dan Tampak Muda
-
Profil Franka Franklin, Istri Nadiem Makarim Jadi Sorotan usai Sidang Tuntutan
-
Apakah Lipstik Transferproof Sah untuk Wudhu? Ini 5 Pilihan yang Mudah Dibersihkan