- Tanpa kendali, kuota LPG 3 kg 2026 diprediksi naik jadi 8,7 juta metrik ton.
- Pertamina usul beli LPG subsidi maksimal 10 tabung/bulan per KK mulai triwulan II.
- Pembatasan diproyeksi tekan penyaluran gas melon hingga 2,6% pada tahun 2026.
Suara.com - Penyaluran LPG subsidi 3 kg berpotensi meningkat pada 2026, jika pendistribusiannya tidak dikendalikan. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) pun mengusulkan agar pembelian setiap rumah tangga dibatasi pada tahun ini.
Berdasarkan prognosa Pertamina Patra Niaga, tanpa pengendalian, penyaluran gas bersubsidi akan menjadi 8,7 juta Metric Ton (MT) pada 2026 meningkat sebesar 3,2 persen dari realisasi 2025 yang tercatat sebesar 8.544.8881 MT.
Namun, menurut Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar, jika dikendalikan atau pembeliannya dibatasi penyaluran LPG 3 kg diestimasikan menjadi 8.299.506 ton pada 2026 atau turun sebesar 2,6 persen dari realisasi 2025.
Untuk itu, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Achmad meminta agar anggota dewan mendukung adanya pembatasan pembelian LPG 3 kg.
"Kami mengharapkan dukungan dari Bapak dan Ibu yang terhormat Komisi XII bagaimana pemerintah segera dapat mengeluarkan pembatasan-pembatasan aturan-aturan yang membatasi penggunaan LPG subsidi ini," kata Achmad di Komplek Parlemen, Jakarta pada Selasa (27/1/2026).
Berdasarkan paparan yang ditampilkan saat rapat, Pertamina Patra Niaga mengusulkan agar pengendalian dilaksanakan secara bertahap pada tahun ini. Untuk triwulan I 2026, penyaluran diusulkan berjalan normal terlebih dahulu.
Selanjutnya pada triwulan II-III dilakukan masa transisi dengan menerapkan pembelian rumah tangga maksimal 10 tabung per bulan untuk setiap kepala keluarga.
Lalu pada pada triwulan IV, diterapkan pembatasan per segmen atau desil, dan pembatasan pembelian masih tetap 10 tabung per bulan satu kepala keluarga.
Dengan demikian penyaluran gas bersubsidi tersebut terkendali dan tepat sasaran.
Baca Juga: Ahok Bongkar Rahasia Pertamina: Nego Minyak di Lapangan Golf, Lebih Murah dari Klub Malam
"Sehingga pemakaian LPG subsidi ini bisa kita kelola atau bisa kita kontrol lebih baik lagi dan bahkan bisa menurun," kata Achmad.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
BPH Migas Klaim Hemat Rp4,98 Triliun Karena Subsidi Lebih Tepat Sasaran
-
BRI Tanggap Bencana Sumatera Pulihkan Sekolah di Aceh Tamiang Lewat Program Ini Sekolahku
-
Danantara Akan Atur Pemanfaatan Lahan yang Dirampas Satgas PKH dari 28 Perusahaan
-
Proyek Internet Rakyat Besutan Emiten Milik Hashim Mulai Uji Coba
-
Wamen ESDM: Pembayaran Kompensasi BBM dan Listrik 2026 Berubah Jadi Sebulan Sekali
-
Satgas PKH Terus Berburu Perusahaan Pelanggar Aturan Pemanfaatan Kawasan Hutan
-
Purbaya Mau Obrak-abrik Bea Cukai dan Pajak, 5 Pejabat Akan Dicopot
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Kebocoran Gas Usai, ESDM Ungkap Blok Rokan Mulai Beroperasi Lagi
-
Purbaya Akui Juda Agung Calon Kuat Wamenkeu Pengganti Keponakan Prabowo, Dilantik Minggu Depan