Suara.com - Dee Company, sebuah rumah produksi, menjadi pusat perhatian karena menggunakan kasus bunuh diri seorang mahasiswa PPDS Universitas Diponegoro sebagai bahan promosi untuk film mereka yang berjudul “Dosen Ghaib”.
Reaksi keras muncul dari berbagai kalangan terhadap tindakan ini, termasuk dari para sineas terkenal seperti Ernest Prakasa dan Joko Anwar. Netizen juga mulai menyelidiki lebih dalam tentang karya-karya Dee Company, yang kini menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial.
Saat ini, fokus publik tertuju pada Dheeraj Kalwani, produser Dee Company, yang menghadapi kritik karena memanfaatkan tragedi tersebut untuk kepentingan promosi filmnya. Tidak hanya Joko Anwar yang mengecam tindakan ini, Ernest Prakasa juga turut berkomentar dengan menilai Dheeraj sebagai "produser kontroversial", mengingat rekam jejaknya yang penuh spekulasi dalam industri perfilman Indonesia.
Kritikan yang datang dari berbagai pihak semakin menegaskan pandangan negatif publik terhadap metode promosi yang diterapkan oleh Dee Company. Isu ini menunjukkan pentingnya etika dalam industri hiburan, terutama dalam menangani topik-topik sensitif dengan hati-hati.
Profil PH Dee Company
Dee Company, yang sebelumnya dikenal dengan nama K2K Pictures, didirikan oleh Dheeraj Kalwani pada tahun 2007. Menurut situs resmi perusahaan, Dee Company memiliki tujuan untuk membawa sinema Indonesia ke arah yang lebih modern dan relevan. Mereka mengklaim telah menjadi pelopor dalam membentuk selera dan kepekaan penonton film di Indonesia.
Perusahaan ini juga merasa telah melampaui batas-batas hiburan tradisional. Oleh karena itu, Dee Company terus berupaya memproduksi berbagai hiburan berkualitas tinggi untuk masyarakat Indonesia, dengan tujuan membawa cerita-cerita luar biasa ke layar lebar.
Dheeraj Kalwani, pendiri perusahaan ini, adalah seorang produser film yang berdarah India. Nama aslinya adalah KK Dheeraj, dan ia telah menghasilkan banyak film, terutama dalam genre horor dan komedi. Beberapa film yang diproduksi olehnya termasuk “Siksa Neraka”, “Makmum”, “Selebgram”, “Generasi Kocak”, dan lainnya.
Dheeraj lahir dari keluarga pebisnis; ayahnya memiliki pabrik keramik di Gunung Putri, Bogor, sementara ibunya adalah seorang pedagang berlian. Namun, ketika menginjak usia remaja, Dheeraj mulai merasa enggan untuk meneruskan bisnis keluarganya. Ia justru tertarik pada dunia industri kreatif, khususnya perfilman, dan memutuskan untuk mendalami ilmu perfilman di India selama dua tahun. Setelah kembali ke Indonesia, ia mendirikan K2K Pictures pada tahun 2007, yang kemudian berganti nama menjadi Dee Company.
Selain karya film Dee Company yang berjudul “ Dosen Ghaib” yang dianggap kontroversi, berikut daftar film yang di produksi oleh Dee Company
Baca Juga: Karya-Karya Dheeraj Kalwani, Disorot Gegara Promosi Kontroversial Film Dosen Gaib
Daftar Film yang Diproduksi oleh Dee Company
- Genderuwo (2008)
- Skandal Cinta Babi Ngepet (2008)
- Anda Puas, Saya Loyo (2008)
- Mas Suka Masukin Aja (2008)
- Pijat Atas Tekan Bawah (2009)
- Darah Janda Kolong Wewe (2009)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
5 Tips Menempatkan Posisi Meja Kasir Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Omzet Makin Deras
-
Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola
-
BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen
-
Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda
-
Ngecas Mobil Listrik Pakai Listrik Rumah 2.200 VA, Bisa? Ini Rincian Biaya Tambah Daya Home Charger
-
Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari
-
Mabuk Berat Intisari! Joshua Ngaku Lupa ke Polisi Ditanya Alasan Ngamuk dan Telanjang
-
Good Will Hunting: Perjalanan Seorang Jenius Berdamai dengan Dirinya Sendiri
-
Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?
-
Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah