Suara.com - Belakangan, olahraga padel semakin dikenal dan banyak dimainkan terutama oleh masyarakat perkotaan. Padel adalah olahraga raket yang semakin populer di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Permainan ini memadukan elemen tenis dan squash, dimainkan dalam lapangan yang lebih kecil dengan dinding di sekelilingnya.
Seiring dengan semakin populernya olahraga ini, Simpan Asset Management sebagai bagian dari Simpan Group menggelar Simpan Open 2024, turnamen olahraga padel dan pesta jalanan (block party). Perlombaan yang digelar belum lama ini di Padel Pro Kemang, Jakarta Selatan, tersebut sebagian besar diramaikan oleh komunitas padel di Jakarta serta nasabah Simpan.
Selain ingin mendekatkan diri dengan tren yang sedang berkembang, penyelenggaran turnamen olahraga padel ternyata juga didasari oleh fakta bahwa adanya kesamaan di antara filosofi berinvestasi dan olahraga ini.
Co-Founder Simpan Nicholas Hilman mengatakan bahwa filosofi investasi ternyata sangat mirip dengan olahraga padel, di mana keduanya sama-sama membutuhkan mitra agar bisa mencapai tujuan yang diinginkan.
Nicholas mengatakan bahwa olahraga padel jarang dimainkan secara individu. Dibutuhkan kemitraan untuk memenangkan pertandingan padel. Pasangan bermain padel akan menutupi kekurangan pemain lainnya di lapangan.
"Seperti padel, kami ingin menjadi mitra Anda dalam mencapai tujuan keuangan. Kami akan membantu mengembangkan uang dan kekayaan Anda melalui reksa dana. Sehingga, Anda yang kurang memiliki waktu dan tenaga mengelola portofolio investasi dapat fokus menikmati hidup," ungkap Nicholas.
"Melalui Simpan Open, kami ingin menegaskan bahwa kesehatan dan kesejahteraan finansial sangat berkaitan. Itulah alasan mengapa kami mengusung obyektif acara: when financial well-being meets physical well-being. Kami ingin masyarakat Indonesia sadar bahwa dengan menjaga kesehatan fisik, mereka dapat hidup lebih panjang untuk menikmati hasil investasi mereka," ujar Nicholas.
Turnamen padel Simpan Open yang didukung oleh Padel Pro. Turnamen dan didukung penuh oleh Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) ini diikuti oleh komunitas padel di Jakarta. Selain turnamen, digelar juga pesta jalanan (block party) di mana para peserta turnamen dan tamu undangan dapat menikmati makanan dan minuman yang disediakan secara gratis, serta mengikuti permainan ular tangga raksasa ala Simpan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Apakah Boleh Bawa Sepeda di MRT? Ini 6 Rekomendasi Sepeda Stylish yang Lolos Masuk Gerbong
-
Jadwal Resmi Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Lewat Aplikasi PINTAR BI, Jangan Sampai Terlambat!
-
6 Sabun Mandi Batangan Murah Wangi Tahan Lama, Mudah Ditemukan di Alfamart atau Indomaret
-
5 Link Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026 yang Masih Dibuka, Tersedia Ribuan Kursi
-
Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
-
Buka Puasa Baca Doa Dulu atau Minum Duluan? Ini yang Paling Dianjurkan
-
Apakah Kurma Perlu Dicuci Dulu sebelum Dimakan? Ini Anjuran BPOM Arab Saudi
-
Promo Minyak, Gula hingga Kecap di Indomaret Spesial Ramadan, Sembako Harga Turun!
-
15 Menu Buka Puasa Berkuah yang Nikmat dan Menghangatkan, Cocok untuk Ramadan
-
5 Tips Kulit Sehat Selama Ramadan Menurut Ahli Dermatologi