Suara.com - Aktor Rio Dewanto mengungkap kondisi mengejutkan tentang dirinya yang mengalami buta warna parsial sejak lahir. Suami Atiqah Hasiholan tersebut mengatakan jika hal ini baru diketahuinya saat ia akan mendaftar kuliah untuk jurusan desain grafis.
Pada Praz Teguh, Rio Dewanto menceritakan jika dirinya tidak bisa menyelesaikan tes ishihara yang biasa digunakan untuk memeriksa kemampuan mata dalam melihat dan membedakan warna.
"Gue buta warna, karena emang dari lahir kan. (Buta warna) parsial," katanya seperti Suara.com kutip pada akun TikTok @/zkragl, Sabtu (7/9/2024).
Bintang film Filosofi Kopi tersebut mengatakan jika dirinya tidak bisa membedakan beberapa warna campuran atau turunan. Namun, untuk warna-warna solid, Rio Dewanto masih bisa membedakannya.
Sebenarnya, kata Rio Dewanto, beberapa gejalanya sudah ia rasakan sejak kecil. Bahkan ada satu momen di mana ia tak bisa membedakan topi berwarna pink dan putih saat pergi ke sebuah mal untuk membeli topi.
Namun kondisi ini baru diketahui saat dirinya akan mendaftar kuliah di Universitas Trisakti. Mengambil jurusan Desain Grafis, Rio Dewanto diharuskan untuk mengikuti tes ishihara.
"Gue sempet tes kuliah desain grafis di Trisakti. Nah ada gambar perspektif sama yang kedua tes tes yang dot dot lo ngeliat di dalamnya ada angka atau ada huruf," kisahnya.
Saat itu, ada banyak halaman yang tidak bisa ia kerjakan dari tes tersebut. Menandakan jika dirinya buta warna. Ia pun memeriksakan dirinya ke dokter mata bersama sang ibu.
Dari sanalah diketahui, jika pria 37 tahun tersebut mengalami buta warna parsial. Hal ini pun membuat Rio Dewanto tak bisa melanjutkan mimpinya menjadi desainer grafis.
Baca Juga: Cara Menyesuaikan Warna dan Suara Kamera Xiaomi
"Gue enggak bisa ngeliat, banyak halaman yang gua enggak tau. Enggak keliatan di mata gue. Nah setelah itu gua baru ngomong ke nyokap gue terus akhirnya dibawa ke dokter mata dicek oh ya emang buta warna parsial," pungkasnya.
Apa Itu Buta Warna Parsial?
Dikutip Halodoc, buta warna parsial merupakan jenis buta warna yang paling umum dialami. Pengidap buta warna akan memiliki pandangan yang berbeda tentang warna serta tidak dapat membedakan beberapa warna tertentu.
Buta warna parsial biasanya terjadi ketika salah satu anggota keluarga memiliki kelainan pada fotopigmen, yaitu molekul yang bertugas dalam mendeteksi warna dalam sel-sel pada retina.
Selain karena adanya faktor keturunan, buta warna dapat disebabkan oleh paparan zat kimia berbahaya atau cedera fisik pada beberapa area tubuh, seperti mata, saraf penglihatan, bagian otak yang bertugas memproses informasi warna.
Tak hanya itu, katarak dan usia juga dapat menjadi penyebab seseorang mengalami buta warna. Sejak lahir, manusia sudah kenali dengan warna-warna di sekitarnya. Oleh karena itu, sebagian besar pengidap buta warna parsial tidak menyadari jika mereka mengalami gangguan tersebut.
Untuk mengatasinya, pengidap dapat menggunakan lensa kontak yang dapat membantu membedakan warna. Sedangkan untuk mendiagnosis kondisi ini, dibutuhkan sebuah tes guna memastikan seseorang memang benar mengidap buta warna parsial.
Buta warna parsial yang diwariskan melalui genetik keluarga tidak dapat disembuhkan, karena tidak mungkin menggantikan sel kerucut pada retina.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah
-
Sejarah Pacu Jalur, dari Alat Transportasi hingga Perayaan Ultah Ratu Belanda
-
LG Perluas Pasar WashTower, Gandeng Dealer untuk Kenalkan Teknologi Mesin Cuci Berbasis AI
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Salurkan Bantuan dan Bangun Posko BRI Peduli Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Pastikan Bantuan Korban Gempa NTT Tepat Sasaran Lewat Posko BRI Peduli