Suara.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mendapat kritik keras dari Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 yakni Jusuf Kalla (JK).
JK menyebut Nadiem sosok menteri yang tak berpengalaman bahkan tak pernah turun langsung ke daerah. JK mulanya mencontohkan Mendikbudristek terdahulu yang dianggap kompeten hingga membandingkan mereka dengan Nadiem Makariem.
"Dan ada Mas Nadiem, yang tidak punya pengalaman pendidikan, tidak pernah datang ke daerah, dan jarang ke kantor. Bagaimana bisa," kata JK dalam acara Diskusi Kelompok Terpumpun Menggugat Kebijakan Anggaran Pendidikan di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, Sabtu (9/9/2024) lalu.
"Pemerintah yang datang tolonglah, dipilih betul menteri yang ngerti pendidikan. Kalau tidak, mau rupiah sekian triliun dikasih, akan hancur-hancuran kalau tidak ngerti pendidikan," tandasnya.
Dianggap tak pernah datang ke daerah hingga jarang ngantor, siapa sih orang tua Nadiem Makariem?
Sosok Orang Tua Nadiem Makarim
Nadiem Makarim merupakan anak dari Nano Anwar Makarim dan Atika Algadrie. Nano Anwar bukanlah orang sembarangan, ia merupakan seorang aktivis angkatan 1966. Ia menjadi sosok yang ikut andil dalam menggulingkan rezim Orde Lama.
Kariernya mentereng di bidan hukum, ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia (UI). Nano selama menjadi mahasiswa dikenal sebagai aktivis Ikatan Mahasiswa Djakarta (IMADA).
Nano juga pernah menjabat sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) sejak 1967 sampai 1971.
Baca Juga: Intip Gurita Bisnis Jusuf Kalla, Punya Jet Pribadi yang Sering Dinaiki Mahfud MD
Tak hanya itu, Nano juga menjadi peneliti muda di Harvard Centre for International Affairs, Harvard University, Amerika Serikat. Ia sempat menempuh pendidikan di Hardvard Law School.
Selain terkenal di bidang hukum, Nano Anwar merupakan seorang penulis dan kolumnis di media massa kala itu. Ia juga mendirikan berbagai yayasan sosial, seperti Yayasan Akasra, Yayasan Biodiversitas Indonesia, dan Yayasan Bambu Indonesia.
Nano juga sempat menjabat sebagai anggota Komite Etik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berita Terkait
-
Disebut Jarang ke Kantor, Nadiem Makarim Punya Mobil yang Iritnya Kebangetan
-
Beda Jomplang Kekayaan Jusuf Kalla vs Nadiem Makarim: Eks Wapres Kritik Menteri Pendidikan Jarang ke Kantor
-
Kritik Menohok Jusuf Kalla ke Nadiem Makarim: Tidak Pernah Datang ke Daerah, Jarang ke Kantor
-
Dinaiki Mahfud MD, Harga Private Jet JK Kalah Mahal dari Sewaan Kaesang: Berapa?
-
Intip Gurita Bisnis Jusuf Kalla, Punya Jet Pribadi yang Sering Dinaiki Mahfud MD
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan