Suara.com - Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang mempengaruhi suasana hati, perasaan, dan kemampuan seseorang untuk beraktivitas sehari-hari.
Sebuah studi pada tahun 2017 yang dipublikasikan di BMC Medicine menemukan bahwa gejala depresi sedang hingga berat membaik pada individu yang mengikuti sesi konseling gizi dan mengonsumsi makanan sehat selama 12 minggu.
Selain terapi psikologis dan aktivitas fisik, mengonsumsi makanan kaya nutrisi seperti selenium, vitamin D, dan antioksidan dapat membantu meningkatkan kesehatan mental.
Berikut beberapa makanan kaya nutrisi dapat membantu meningkatkan kesehatan mental, seperti:
1. Ikan
Sumber asam lemak omega-3, ikan seperti salmon dan tuna dapat mendukung fungsi otak dan menurunkan risiko depresi.
2. Sayuran Hijau
Bayam, kangkung, dan brokoli kaya antioksidan dan dapat membantu mengurangi stres serta peradangan di otak.
3. Wortel
Wortel kaya akan beta-karoten, zat gizi yang telah dikaitkan dengan tingkat depresi yang lebih rendah. Melansir WebMD, beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan beta-karoten yang cukup dapat membantu mengurangi gejala depresi dan meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan.
4. Buah-Buahan Beri
Buah beri seperti stroberi, blueberry, dan raspberry adalah sumber serat dan nutrisi yang membantu menjaga keseimbangan mikroba di usus.
Keseimbangan mikroba ini berdampak pada respons tubuh terhadap stres, regulasi neurotransmitter seperti serotonin, dan pengurangan peradangan serta stres oksidatif, yang semuanya dapat berkontribusi pada penurunan gejala kecemasan dan depresi.
5. Dark Chocolate
Cokelat hitam atau dark chocolate dapat membantu meningkatkan mood. Cokelat ini kaya akan antioksidan polifenol yang mendukung fungsi otak dengan mengurangi peradangan saraf dan meningkatkan neurogenesis (proses pembentukan neuron baru), yang dapat membantu meredakan kecemasan dan depresi. Selain itu, rasa cokelat hitam yang enak juga dapat memberikan efek positif pada suasana hati.
Berita Terkait
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Ratusan Warga Antusias Ikuti Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sunrise Mall Mojokerto
-
Para Ahli Gizi Indonesia Dorong Inovasi Program Hidup Lebih Sehat
-
Fokus Pemulihan Kesehatan, Moka ILLIT Kembali Hiatus dari Kegiatan Grup
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Menurut Feng Shui, Lukisan Sebaiknya Dipajang di Mana? Ini Lokasi yang Bisa Bikin Hoki
-
Dari Wahana Bermain hingga Workshop Kreatif, Ini Cara Baru Isi Liburan Sekolah Jadi Lebih Bermakna
-
Tak Hanya Saat Dicuci, Pakaian Ternyata Melepaskan Mikroplastik Saat Dipakai Sehari-hari
-
5 Cara Membersihkan Kipas Angin Tanpa Dibongkar, Cocok untuk yang Malas Ribet
-
3 Skincare Retinol Wardah yang Bikin Kulit Glowing, Aman untuk Newbie Menurut Review
-
Perusahaan Raffi Ahmad RANS Entertainment Bakal IPO, Apa Maksudnya?
-
7 Peralatan Elektronik di Dapur yang Paling Boros Listrik, Bisa Bikin Jeglek
-
3 Parfum Fordive Terlaris di Shopee, Bebas Bau Tak Sedap saat Aktivitas
-
7 Solar Panel Portable Murah, Solusi Darurat Saat Listrik Padam
-
5 Lampu Emergency yang Awet saat Pemadaman Listrik, Ada yang Nyala Terang Hingga 50 Jam