لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ، وَهُوَ حَيٌّ دَائِمٌ لَا يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Lâ ilâha illallâhu waḫdahû lâ syarîka lahû, lahul mulku wa lahul ḫamdu yuḫyî wa yumîtu, wa huwa dâ’imun lâ yamûtu, bi yadihil khayru, yaf‘alu mâ yasyâ’u, wa huwa ‘alâ kulli syay’in qadîr(un)
Artinya: Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki kerajaan. Dialah yang berhak menerima segala pujian, yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Dia yang Mahahidup selamanya, tidak pernah mati. Segala kebaikan ada di genggaman-Nya. Dia boleh melakukan apa saja yang Dia kehendaki.
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
Kullu nafsin dzâ'iqatul maût, wa innamâ tuwaffauna ujûrakum yaumal-qiyâmah, fa man zuḫziḫa ‘anin-nâri wa udkhilal-jannata fa qad fâz, wa mal-ḫayâtud-dun-yâ illâ matâ‘ul-ghurûr(i)
Artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya” (QS Ali Imran: 185).
عَبْدَ اللهِ ابْنَ أَمَةِ اللهِ ×٣
Yâ ‘abdallâh(i) ibna amatillâh(i) 3x
Artinya: Wahai hamba lelaki Allah putra hamba perempuan Allah.
Baca Juga: 10 Doa Harian untuk Anak Lengkap dengan Artinya, Mudah Dihapal Kok!
يَا فُلَانُ بْنُ فُلَانٍ ... (يَا فُلَانَةُ بِنْتُ فُلَانٍ ...)
Yâ Fulân ibn Fulân (yâ Fulânah bintu Fulânah).
(Catatan: bagian ini silakan diganti dengan nama jenazah dan ayahnya).
Artinya: Wahai Fulan bin Fulan/Fulanah binti Fulan.
(Catatan: bagian ini silakan diganti dengan nama jenazah dan ayahnya).
كُرِ (اذْكُرِي) الْعَهْدَ الَّذِيْ خَرَجْتَ (خَرَجْتِ) عَلَيْهِ مِنْ دَارِ الدُّنْيَا، وَهُوَ شَهَادَةُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَنَّ الْمَوْتَ حَقٌّ، وَأَنَّ الْقَبْرَ حَقٌّ، وَأَنَّ نَعِيْمَهُ حَقٌّ، وَأَنَّ عَذَابَهُ حَقٌّ، وَأَنَّ سُؤَالَ مُنْكَرٍ وَنَكِيْرٍ فِيْهِ حَقٌّ، وَأَنَّ الْبَعْثَ حَقٌّ، وَأَنَّ الْحِسَابَ حَقٌّ، وَأَنَّ الْمِــيْزَانَ حَقٌّ، وَأَنَّ الصِّرَاطَ حَقٌّ، وَأَنَّ شَفَاعَةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ، وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ، وَأَنَّ لِقَاءَ اللهِ تَعَالَى لِأَهْلِ الْحَقِّ حَقٌّ، وَأَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيْهَا، وَأَنَّ اللهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُوْرِ
Udzkuri al-ahdal ladzî kharajta (untuk jenazah perempuan: kharajti) ‘alayhi min dârid dun-yâ, wa huwa syahâdatu an lâ ilâha illallâhu, wa anna Muḫammadan Rasûlullâhi shallallâhu a’alayhi wa sallama, wa annal mawta ḫaqqun, wa annal qabra ḫaqqun, wa anna na‘îmahû ḫaqqun¸ wa anna ‘adzâbahû ḫaqqun, wa anna su-âla Munkarin wa Nakîrin fîhi ḫaqqun, wa annal ba‘tsa ḫaqqun, wa annal ḫisâba ḫaqqun, wa annal mîzâna ḫaqqun, wa annash shirâtha ḫaqqun, wa anna syafâ’ata Sayyidinâ Muḫammadin shallallâhu ‘alayhi wa sallama ḫaqqun, wa annal jannata ḫaqqun, wa annan nâra ḫaqqun, wa anna liqâ’allâhi ta‘âla li ahlil haqqi ḫaqqun, wa annas sâ‘ata âtiyatun lâ rayba fîhâ, wa annallâha yab‘atsu man fil qubûri
Artinya: Ingatlah ikrar yang telah engkau bawa mati, yaitu bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang patut disembah kecuali Allah dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah (semoga rahmat dan keselamatan terlimpah kepada beliau); bahwa kematian itu benar (nyata terjadi), alam kubur itu benar, nikmat kubur itu benar, adzab kubur pun benar, pertanyaan Munkar dan Nakir itu juga benar; bahwa kebangkitan adalah benar, hisab itu benar, penimbangan amal itu benar, jembatan Shiratul Mustaqim itu benar, syafaat Baginda Nabi Muhammad saw itu benar, surga itu benar, neraka itu benar, perjumpaan dengan Allah bagi pemegang teguh kebenaran adalah benar, hari kiamat pun pasti datang, dan Allah akan membangkitkan siapa saja yang ada di dalam kubur.
لْاٰنَ قَدْ صِرْتَ (صِرْتِ) فِي أَطْبَاقِ الثَّرَى وَبَيْنَ عَسَاكِرِ الْمَوْتَى، فَإِذَا جَاءَكَ (جَاءَكِ) الْمَلَكَانِ الْمُوَكَّلَانِ بِكَ (بِكِ)، وَهُمَا مُنْكَرٌ وَنَكِيْرٌ فَلَا يُفْزِعَاكَ (يُفْزِعَاكِ) وَلَا يُرْهِبَاكَ (يُرْهِبَاكِ)، فَإِنَّهُمَا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِ اللهِ تَعَالَى عَزَّ وَجَلَّ
Al-ân qad shirta (untuk jenazah perempuan: shirti) fî athbâqits tsarâ wa baina ‘asâkiril mauta, wa idzâ jâ-aka (perempuan: jâ-aki) al-malakâni al-muwakkalâni bika (perempuan: biki), wa humâ munkarun wa nakîrun falâ yufzi‘âka (perempuan: yufzi‘âki) wa lâ yurhibâka (perempuan: wa lâ yurhibâki), fa innahumâ khalqun min khalqillâhi ta‘âlâ ‘azza wajalla
Artinya: Kini engkau sudah berada di bawah tanah dan di antara pasukan orang mati. Manakala dua malaikat datang kepadamu, mereka adalah Munkar dan Nakir, maka jangan takut dan jangan lari. Karena sesungguhnya dua malaikat itu juga makhluk Allah.
وَإِذَا سَأَلَاكَ (سَأَلَاكِ): مَنْ رَبُّكَ (رَبُّكِ) ومَنْ نَبِيُّكَ (نَبِيُّكِ) وَمَا دِيْنُكَ (دِيْنُكِ) وَمَا قِبْلَتُكَ (قِبْلَتُكِ) وَمَا إِمَامُكَ (إِمَامُكِ) وَمَنْ إِخْوَانُكَ (إِخْوَانُكِ)، فَقُلْ (فَقُوْلِيْ) لَهُمَا بِلِسَانٍ فَصِيْحٍ وَاعْتِقَادٍ صَحِيْحٍ: اللهُ رَبِّي ومُحَمَّدٌ نَبِيِّيْ وَالْإِسْلَامُ دِيْنِيْ وَالْكَعْبَةُ قِبْلَتِي وَالْقُرْاٰنُ إِمَامِيْ وَالْمُسْلِمُوْنَ وَالْمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَانِيْ. وَقُلْ (وَقُوْلِيْ): رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا
Wa idzâ sa-alaka (untuk jenazah perempuan: sa-alaki), “man rabbuka (perempuan: rabbuki)?, wa man nabiyyuka (perempuan: nabiyyuki)?, wa mâ dînuka (perempuan: dînuki)?, wa mâ qiblatuka (perempuan: qiblatuki)?, wa mâ imâmuka (perempuan: imâmuki) ?, wa man ikhwânuka (perempuan: ikhwânuki)?, faqul (perempuan: faqulî) lahumâ bi lisânin fashîḫin wa-‘tiqâdin shahîhin: Allâhu rabbî wa muḫammadun nabiyyî wal islâmu dînî wal ka‘batu qiblatî wal qur-ânu imâmî wal muslimûna wal mu’minûna ikhwânî. Wa qul (perempuan: qulî): radlîtu billâhi rabba(n), wa bil islâmi dîna(n), wa bi Muhammadin shallâhu `alaihi wa sallama nabiyyan wa rasûla(n)
Artinya: Jika kedua malaikat tersebut bertanya kepadamu, “siapa Tuhanmu?”, “siapa Nabimu?”, “apa agamamu?”, “apa kiblatmu?”, “siapa imammu?”, dan "siapa saudaramu?”, maka jawablah mereka berdua dengan lisan yang fasih dan keyakinan yang sahih, “Allah Tuhanku, Muhammad Nabiku, Ka’bah kiblatku, Al-Qur'an imamku, dan kaum muslimin dan mukminin adalah saudaraku. Katakan juga, “Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, Muhammad saw sebagai nabi dan rasulku.
عَلَى ذٰلِكَ حُيِّيْتَ (حُيِّيْتِ) وَعَلَى ذٰلِكَ مِتَّ (مِتِّ) وَبِذٰلِكَ تُبْعَثُ (تُبْعَثِيْنَ) إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ الْاٰمِنِيْنَ
Wa ‘alâ dzâlika ḫuyyîta (perempuan: ḫuyyîti), wa ‘alâ dzâlika mitta (perempuan: mitti), wa bidzâlika tub‘atsu (perempuan: tub‘tsîna) in syâ-allâhu ta‘âlâ minal âminîn (a)
Artinya: Atas dasar itu semua engkau dihidupkan, atas alasan itu pula engkau diwafatkan, dan lataran itu semua Allah membangkitkanmu sebagai bagian dari orang-orang yang selamat. Insyaallah.
ثَبَّتَكَ (ثَبَّتَكِ) اللهُ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ ×٣
Tsabbataka (perempuan: tsabbataki) Llâhu bil qaulits tsâbiti
Artinya: Semoga Allah menguatkanmu dengan ucapan yang mantap.
يُثَبِّتُ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِ. يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ. ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ. فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ. وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ
Yutsabbitullâhulladzîna âmanû bil-qaulits-tsâbiti fil-ḫayâtid-dun-yâ wa fil-âkhirah (QS Ibrahim: 27). Yâ ayyatuhan-nafsul-muthma'innah, irji‘î ilâ rabbiki râdliyatam mardliyyah, fadkhulî fî ‘ibâdî, wadkhulî jannatî (QS al-Fajr; 27-30).
Artinya: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat” (QS Ibrahim: 27). “Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku” (QS al-Fajr: 27-30).
Demikian bacaan doa untuk orang meninggal dalam Islam.
Kontributor : Mutaya Saroh
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Beli Sofa melalui TikTok, Warga Pekanbaru Tertipu Rp300 Juta
-
Review How to Say You're Sorry, Buku Anak tentang Arti Permintaan Maaf
-
Beda dari Bos Agrinas, Menteri Zulhas Akui Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun Akan Dicek BPK
-
Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending
-
Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar
-
4 Shio yang Hidupnya Berubah Lebih Baik 29 Juli 2026, Ada Awal Baru yang Dinanti
-
Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter
-
Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia