"Lama-kelamaan, kok, banyak disukai? Akhirnya 2009 berdiri usaha Batik Akasia ini," tuturnya.
Akasia merupakan pohon kaya manfaat. Hal tersebut sejalan dengan harapan mulia di balik berdirinya Batik Akasia. Tidak hanya ingin meningkatkan perekonomian keluarga, bisnis ini juga berawal dari tekad untuk hidup lebih bermanfaat bagi umat.
"Ingin melestarikan budaya dan ingin hidup lebih bermanfaat, bisa memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar atau lebih luas, untuk negara dan agama," ucap Ii.
Produk unggulan Batik Akasia adalah natural dyes batik yang berbasis pewarnaan dari ekstrak kulit kayu dan daun-daunan dari berbagai tumbuhan. Kendati menggunakan pewarna alam, batik tulis dan cap yang dihasilkan tetap memiliki tampilan menarik plus mencuri atensi.
Dalam sebulan, Batik Akasia yang memiliki ratusan motif khas memproduksi 500 – 1.000 lembar kain batik. Harganya mulai dari Rp100 ribu hingga jutaan rupiah. Ada pula produk kreasi kain batik, termasuk aneka busana anak maupun dewasa serta berbagai aksesori, seperti bros dan obi.
Promosi dan penjualan berjalan secara luring maupun daring. Kini Batik Akasia telah memiliki pelanggan besar yang berasal dari wilayah Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan, hingga pembeli dari luar negeri. Bahkan, Batik Akasia sudah melakukan konsinyasi dengan pengusaha di Jepang.
Ke depannya, Ii berharap bisnisnya bisa lebih berkembang sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar pula bagi masyarakat. Itulah mengapa dirinya selalu bersemangat apabila mendapat kesempatan untuk belajar, terlebih sebagai UMKM binaan YDBA.
"Pokoknya kalau diajak pelatihan, apalagi materinya itu yang saya belum pernah, pasti saya mau," kata mantan guru matematika ini.
Program Pendampingan yang Memandirikan
Baca Juga: 10 Tahun Astra Life Terus Berikan Layanan Asuransi Kesehatan Terbaik bagi Masyarakat
YDBA didirikan pada 1980. Saat itu, perusahaan besar di Indonesia belum memikirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) atau kontribusi sosial, akan tetapi pendiri Astra, Oom Wiliam Soeryadjaya, telah mendirikan YDBA dengan fokus membina UMKM.
Oom ingin Astra berkembang dan bermanfaat seperti pohon rindang yang berguna sebagai tempat berteduh dari hujan dan panas. Singkat kata, Oom sangat berharap Astra menjadi perusahaan yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara, sejalan dengan tujuan Astra "Sejahtera Bersama Bangsa".
"YDBA sendiri didirikan Pendiri Astra dengan filosofi 'Beri Kail Bukan Ikan'. Artinya, Astra melalui YDBA memberikan program pembinaan yang bukan bersifat short term/charity, tetapi sustain melalui program pelatihan dan pendampingan yang bersifat manajemen juga teknis, fasilitasi pemasaran dan fasilitasi pembiayaan yang mendukung kemandirian UMKM," ungkap Ketua Pengurus YDBA, Rahmat Samulo, saat dihubungi Suara.com pada Rabu (25/9/2024).
"Di samping itu, YDBA juga mendukung bagaimana UMKM dapat memenuhi legalitas yang dibutuhkan UMKM di setiap sektor. Saat ini YDBA membina UMKM di sektor manufaktur, bengkel R4, pertanian yang bernilai tambah serta kerajinan dan kuliner," imbuh Samulo.
Terdapat 1.328 UMKM aktif yang kini mengikuti program pembinaan YDBA di tahun 2024, di mana 17% Manufaktur, 15% Bengkel, 33% Pertanian, 25% Kuliner dan 9% Kerajinan. UMKM tersebut tersebar di 19 wilayah, antara lain Cakung, Banyuwangi, Bantul, Solo, Tegal, Banyumas, Salatiga, Citeureup dan Puncak Dua Bogor, Lebak Banten, Sangatta Kaltim, Paser Kaltim, Bontang Kaltim, Manggarai Barat NTT, Manggarai Timur NTT, Barito Utama Kalimantan Tengah, Tanjung Kalimantan Selatan, Bandung dan Cikuya Tangerang.
Di wilayah Yogyakarta sendiri, terdapat 142 UMKM yang tengah dibina Astra melalui YDBA. Salah satunya adalah Batik Akasia yang pemiliknya mengaku cocok dengan filosofi "Beri Kail Bukan Ikan" yang selalu dijunjung tinggi YDBA.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
Terkini
-
8 Promo Sepatu Lari Adidas 2026, Model Terbaru Diskon hingga 30 Persen
-
6 Bedak di Indomaret untuk Ibu Rumah Tangga, Hasil Natural Anti Dempul
-
Cara Baru Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Ingat Batas Waktu Maksimal 31 Maret 2026
-
3 April 2026 Libur Apa? Ini Daftar Lengkap Tanggal Merah April 2026
-
Libur Lebaran 2026, Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan Tembus 421 Ribu
-
Cara Cek Desil Bansos Pakai NIK KTP, Begini Langkah Mudahnya
-
Berangkat dari Keterbatasan, Upaya Warga Sidoarum Bangun Ekonomi lewat Bioflok
-
11 Alasan 'Menyesakkan' Mengapa Kamu Terlalu Sering Tidur dan Mudah Menangis
-
Daftar Tanggal Merah dan Long Weekend April 2026, Catat Waktunya!
-
7 Rekomendasi Foundation yang Bagus untuk Makeup Awet Seharian