Suara.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyegel dua resor ilegal di Pulau Maratua, Kalimantan Timur. Seperti apa keindahan dan keunikan Pulau Maratua?
Pulau-pulau kecil seperti Maratua memang menawarkan potensi besar untuk pariwisata. Tetapi jika dikelola tanpa perizinan yang sesuai, dampak negatif pada ekosistem dan masyarakat setempat tidak bisa dihindari. Berikut ini ulasan keunikan Pulau Maratua yang terancam ekosistemnya akibat ulah resor-resor nakal ilegal.
Keunikan Pulau Maratua
Pulau Maratua dikenal sebagai salah satu surga tersembunyi Indonesia yang menyuguhkan keindahan alam bawah laut yang menakjubkan. Terletak di gugusan Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Maratua memiliki daya tarik luar biasa dengan pantai pasir putih, air laut yang jernih, serta keanekaragaman hayati laut yang kaya. Bagi para penyelam, Maratua adalah tempat yang ideal untuk mengeksplorasi keindahan bawah laut, termasuk terumbu karang, penyu, dan berbagai spesies ikan seperti barakuda, tuna, dan cakalang.
Tidak hanya itu, pulau ini juga menjadi rumah bagi komunitas suku Bajau, yang dikenal sebagai suku laut. Penduduk setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan kini juga mulai merambah industri pariwisata dengan menyediakan akomodasi homestay untuk wisatawan. Kehidupan di Maratua masih sangat kental dengan budaya lokal, yang memberikan pengalaman autentik bagi pengunjung.
Selain keindahan laut, Maratua juga memiliki ekosistem hutan bakau yang masih alami, serta berbagai spesies flora dan fauna unik. Buah sukun, misalnya, menjadi salah satu kekhasan kuliner pulau ini, yang kerap menjadi kenangan bagi para wisatawan. Dengan luas daratan sekitar 384,36 km² dan perairan seluas 3.735,18 km², Maratua menawarkan pengalaman wisata alam yang lengkap.
Infrastruktur di pulau ini juga semakin berkembang. Sejak dibukanya Bandara Maratua pada akhir 2017, akses menuju pulau ini menjadi lebih mudah. Bandara ini melayani penerbangan dari Balikpapan dan Samarinda, dengan jenis pesawat kecil seperti ATR-72 dan Cessna. Perkembangan infrastruktur ini tentunya akan semakin mendukung potensi pariwisata Maratua di masa depan.
Dengan pesatnya perkembangan industri wisata, Maratua digadang-gadang akan menjadi salah satu destinasi unggulan, terutama setelah Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur mulai beroperasi. Pemerintah setempat juga terus berbenah, termasuk membangun fasilitas pelabuhan wisata dan jalan darat menuju Tanjung Redeb, yang merupakan gerbang utama menuju Maratua.
Resor Ilegal di Pulau Maratua
KKP mengambil langkah tegas dengan menyegel dua resor yang beroperasi secara ilegal di Pulau Maratua. PT MID dan PT NMR terbukti beroperasi tanpa izin yang sah. Padahal, setiap kegiatan usaha di pulau-pulau kecil Indonesia, terutama yang berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya laut, harus mendapatkan izin resmi. Tidak hanya itu, resor-resor ini juga melanggar aturan terkait pemanfaatan wisata tirta, yang dapat mengganggu ekosistem laut sekitar.
Penyegelan ini adalah bagian dari upaya lebih besar untuk menjaga pulau-pulau terluar Indonesia, termasuk Maratua, dari kegiatan ilegal. Kasus Sipadan-Ligitan di masa lalu menjadi pelajaran penting bagi pemerintah agar tidak lengah dalam menjaga pulau-pulau kecil. Maratua yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia Timur dan Filipina Selatan, menjadi salah satu titik penting yang harus diawasi.
Baca Juga: KKP Segel Dua Resor Asing Ilegal di Kepulauan Maratua
KKP bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan ketat agar pelanggaran hukum di sektor pariwisata tidak terus terjadi. Penyegelan ini diharapkan menjadi peringatan bagi para pelaku usaha lain yang belum memenuhi kewajiban perizinan. Pemerintah menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak secara tegas untuk menjaga kelestarian pulau-pulau kecil serta kedaulatan wilayah laut Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
5 Pilihan Investasi untuk Ibu Rumah Tangga dengan Modal Receh
-
5 Produk Eksfoliasi Mandelic Acid untuk Atasi Flek Hitam, Cocok untuk Kulit Sensitif
-
Eksfoliasi Pakai Mandelic Acid vs Glycolic Acid, Mana yang Cocok untuk Kulit Sensitif?
-
Apakah Ada Libur Awal Puasa 2026? Simak Jadwal Resminya di Sini
-
Seks Mulai Kurang Greget? Begini Cara Bikin Hubungan Panas Lagi
-
5 Rekomendasi Sepatu Lari Adidas 'Ramah' Pemula: Fitur Lengkap, Harga Hemat
-
Rekomendasi Dokter Kulit untuk Kulit Kering, Mulai Rp90 Ribuan
-
6 Shio Paling Hoki Besok 3 Februari 2026, Siapa Saja yang Beruntung?
-
Scrub Wajah Boleh Dipakai Setiap Hari? Ini 6 Pilihan Murah untuk Atasi Kulit Kusam
-
5 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Dehidrasi, Bikin Wajah Sehat dan Lembap