- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan BBM dan LPG pulih saat mengunjungi korban bencana di Agam, Sumatera Barat.
- Pemulihan listrik di Sumatera Barat telah mencapai 274.419 dari 274.564 pelanggan terdampak per Kamis siang.
- Seluruh 147 SPBU dan agen LPG terdampak telah beroperasi kembali meskipun distribusi terhambat di beberapa jalur.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkap ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG), serta pemulihan infrastruktur kelistrikan di Sumatera Barat berjalan dengan lancar.
Hal itu diungkap Bahlil saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto mengunjungi para pengungsi terdampak bencana di Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (18/12/2025).
"Dan saya pikir di sini listriknya Alhamdulillah aman, BBM, LPG juga saya pikir semuanya alhamdulillah bisa tertangani dengan baik," kata Bahlil yang dikutip pada Jumat (19/12/2025).
Merujuk pada laporan Tim Siaga Bencana ESDM, hingga Kamis (18/12) Pukul 12.00 WIB, sudah perlahan pulih.
Setidaknya dari 274.564 pelanggan yang terdampak, sebanyak 274.419 pelanggan telah kembali menikmati aliran listrik.
Sementara sisanya, 145 pelanggan yang berada di Jorong Lambeh masih mengalami pemadaman listrik.
Tim PT PLN (Persero) melaporkan bahwa hingga Rabu sore (17/12), pembangunan menara darurat (tower emergency) Brandan-Langsa telah rampung.
Dengan selesainya sinkronisasi sistem kelistrikan, proses penyaluran beban dilakukan secara bertahap sehingga pemulihan listrik bagi pelanggan yang terdampak dapat segera teratasi.
Untuk distribusi BBM dan LPG di daerah terdampak di Sumatera Barat, perlahan sudah pulih.
Baca Juga: SPBU di Aceh Beroperasi Normal, BPH Migas: Tidak Ada Antrean BBM
Dilaporkan dari 147 SPBU yang sebelumnya terdampak, seluruhnya sudah beroperasi kembali. Begitu juga dengan 172 agen LPG dan 14 SPBE , telah beroperasi kembali.
Namun demikian, di beberapa lokasi pendistribusian LPG dan BBM masih terhambat, karena jalur yang terputus.
Seperti akses dari Integrated Terminal Teluk Kabung, Sumatera Barat ke Kajai Pasaman Timur, Surian Solok Selatan, Lembah Anai, Palupuh Pasaman Timur, dan Malalak.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Jadi USD 62,63 di November, BBM Gimana?
-
Prabowo Perintahkan Tanam Sawit di Papua, Ini Penjelasan Bahlil
-
Peresmian Proyek RDMP Kilang Balikpapan Ditunda, Bahlil Beri Penjelasan
-
Konsumsi Bensin di Nataru Diproyeksi Melonjak 3 Persen, Pasokan Cukup?
-
Hujan Ekstrem Diproyeksikan Hambat Pemulihan Listrik di Aceh
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Indonesia Mulai Menua, BPS Catat Lansia Tembus 11,97 Persen
-
Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi
-
Purbaya Restui Subsidi 200 Ribu Unit Motor dan Mobil Listrik, Berlaku Juni 2026
-
Jumlah Pengangguran di Indonesia Berkurang 35.000 Orang
-
Badai PHK Hantui Industri Tekstil hingga Plastik, Menperin: Bukan Hanya di Indonesia
-
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya
-
Apa Saja Dampak Pelemahan Rupiah?
-
Saling Intip Pengaruh Ekonomi ASEAN, MITEC Malaysia dan NICE Indonesia Bangun Poros MICE Regional
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026 Capai 5,61 Persen, Purbaya Akui Sempat Tak Bisa Tidur
-
Konsumsi Pemerintah di Triwulan I 2026 Tumbuh 21,81 Persen, Kontribusi ke PDB Terbatas