Suara.com - Seorang pengacara terkemuka di Texas, Tony Buzbee baru-baru ini membuka hotline yang dibuat untuk para korban Sean 'Diddy' Combs atau P Diddy menyusul ditangkapnya sang rapper karena kasus kekerasan dan pelecehan seksual.
Dikutip Dailymail, dilaporkan hotline tersebut langsung dibanjiri 12.000 panggilan hanya dalam waktu 24 jam, di mana 120 korban di antaranya sudah bersiap untuk menuntut rapper tersebut.
Awal minggu ini, Buzbee diketahui mempublikasikan hotline yang mendorong mereka yang menjadi korban P Diddy atau mereka yang mengetahui kejahatannya untuk segera melapor.
Kini, dalam 10 hari sejak hotline tersebut aktif, tim Buzbee menerima sekitar 3.200 panggilan. Tentu ini menjadi tugas yang berat untuknya dan tim memilah setiap panggilan.
"Jadi, tugas berat kami adalah mencoba memilah-milah setiap panggilan ini dan memastikan bahwa kami mengidentifikasi mereka yang menjadi korban dan mereka yang menjadi saksi, serta mengumpulkan bukti," tuturnya kepada media.
Pengacara yang berkantor pusat di Texas itu memiliki sekitar 100 orang yang mengerjakan tugas ini, dan mereka berharap untuk mulai mengajukan kasus perdata dalam waktu 30 hari.
Timnya telah mengumpulkan cukup bukti untuk mengajukan 120 tuntutan hukum korban terhadap rapper tersebut.
Dari 120 korban, 25 di antaranya masih di bawah umur saat pelecehan terjadi. Korban termuda berusia 9, 14, dan 15 tahun saat itu.
"Individu ini, yang berusia 9 tahun saat itu, dibawa ke sebuah audisi di New York City dengan Bad Boy Records,' ungkap pengacara tersebut pada konferensi pers.
Baca Juga: Imbas Kasus Kekerasan hingga Perdagangan Seksual, P Diddy Dijerat 120 Gugatan Baru
"Ia diduga mengalami pelecehan seksual oleh Sean Combs dan beberapa orang lain di studio dengan janji kepada kedua orang tuanya dan dirinya sendiri akan mendapatkan kontrak rekaman," pungkasnya.
Buzbee juga mengatakan klien lainnya adalah seorang anak laki-laki yang berharap untuk terjun ke bisnis hiburan. Combs diduga mengatakan kepada anak laki-laki itu bahwa dia akan menjadikannya seorang bintang, tetapi dia perlu menemuinya secara pribadi tentang hal itu, jauh dari orang tuanya.
"Begitu mereka berada di area pribadi, diduga, Tn. Combs menyuruh korban melakukan seks oral kepadanya," kata Buzbee.
Pengacara tersebut mengatakan klien lainnya berusia 15 tahun ketika ia diduga diterbangkan ke Kota New York untuk menghadiri sebuah pesta. Buzbee mengklaim remaja tersebut dibius dan diperkosa oleh Combs. Ia mengatakan kliennya, yang masih di bawah umur pada saat dugaan pelecehan tersebut terjadi, memiliki pola tertentu.
"Semuanya mencari karier di TV atau semacam karier musik dengan janji, Anda tahu, 'Kami akan menjadikan Anda seorang bintang,'” kata Buzbee.
"Sebaliknya, pada dasarnya, ia melakukan sesuatu kepada mereka agar mereka tidak ingin berhubungan dengan industri hiburan lagi," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123