- Selama puasa dilarang untuk makan dan minum
- Harus menahan hawa nafsu atau hal-hal yang membatal puasa
Bolehkah Menggabung Puasa Ayyamul Bidh dan Qadha Ramadhan
Terdapat perbedaan pendapat terkait hukum menggabungkan puasa Dzulhijjah dengan puasa qadha. Untuk memahaminya, simak penjelasannya untuk setiap pendapat yang dikutip dari situs Nahdlatul Ulama Jabar dan Jatim.
- Pendapat yang Membolehkan
Hukum menggabungkan puasa ayyamul bidh dan puasa qadha ramadhan ini ada perbedaan pendapat dari para ulama. Untuk pendapat yang membolehkan ada dalam kitab I'anatut Thalibin milik Sayyid Bakri.
Adapun dalam kitab tersebut menyatakan bahwa menunaikan puasa pada hari-hari yang dianjurkan untuk puasa maka akan dapat keutamaan puasa sunnah di hari tersebut, walaupun niatnya untuk qadha Ramadhan atau puasa nazar.
“Di dalam Al-Kurdi terdapat nash yang tertulis pada Asnal Mathalib dan sejenisnya yaitu Al-Khatib as-Syarbini, Syekh Sulaiman al-Jamal, Syekh ar-Ramli bahwa puasa sunnah pada hari-hari yang sangat dianjurkan untuk puasa memang dimaksudkan untuk hari-hari tersebut. Tetapi orang yang berpuasa dengan niat lain pada hari-hari tersebut, maka dapatlah baginya keutamaan... Ia menambahkan dalam kitab Al-I'ab. Dari sana, Al-Barizi berfatwa bahwa seandainya seseorang berpuasa pada hari tersebut dengan niat qadha atau sejenisnya, maka dapatlah keduanya, baik ia meniatkan keduanya atau tidak.” (Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyathi, I'anatut Thalibin, juz II, halaman: 224).
Namun jika punya hutang puasa Ramadhan, maka sebaiknya mengutamakan bayar puasa hutang (qadha) Ramadhan dulu. Jika puasa qadha Ramadhan sudah tuntas, selanjutnya bisa mengamalkan sunnah puasa ayyamul bidh.
- Pendapat yang Tak Membolehkan
Menggabungkan puasa qadha Ramadhan dan puasa sunnah seperti puasa ayyamul bidh ini ada ulama yang berpendapat hukumnya tidak boleh. Hal ini dikarenakan jika masih ada puasa hutang Ramdhan makan harus bayar hutang puasa Ramadhan lebih dulu.
Ada ulama yang berpendapat, puasa qadha Ramadhan saat ayyamul bidh ini tidak akan memperoleh keutamaan puasa sunnah pada bulan tersebut. Meski puasa sunnah pada bulan tersebut, namun Ia tak akan dapat pahala puasa sunnnah jika belum bayar puasa hutang Ramadhan.
Baca Juga: 3 Bacaan Latin Sholawat untuk Ibu Hamil Beserta Artinya
Demikian ulasan mengenai niat puasa ayyamup bidh Oktober 2024 lengkap dengan jadwal, hukum, tata cara, dan boleh atau tidak gabung dengan puasa Qadha Ramadhan. Semoga informasi ini bermanfaat!
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
5 Moisturizer untuk Ibu Hamil Saat Berjerawat, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
Raline Shah Bicara Soal Manfaat Kolagen: Bukan Cuma untuk Kulit, tapi Juga Penting buat Tubuh
-
Daging Sapi Supaya Cepat Empuk Dikasih Apa? Ini Cara Mudahnya Tanpa Harus Direbus
-
Di Balik Ledakan Data Era AI, Sosok Perempuan Ini Bicara soal Masa Depan Bisnis Indonesia
-
Gak Perlu Presto! Ini 5 Trik Rahasia Merebus Daging Sapi Jadi Super Empuk dalam Sekejap
-
Bolehkah Menjual Daging Kurban? Ini Penjelasan Hukum Sesuai Syariat Islam
-
4 Rahasia Chef Olah Daging Kambing Anti Prengus, Bebas Alot dan Super Juicy
-
5 Rekomendasi AC Panasonic 1/2 PK Terbaik untuk Ruangan Kecil versi Pengguna
-
Daging Kurban Perlu Dicuci Dulu atau Tidak? Ini Cara Membersihkannya yang Benar
-
Apa Hukum Kurban Pakai Uang Negara? Ini Kata MUI Soal Prabowo Gunakan APBN untuk Berkurban