Suara.com - Ketika pasangan bercerai, umumnya anak-anak yang masih di bawah umur akan ikut dengan ibunya. Hal ini mengingat anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari figur ibu. Namun, pada beberapa kasus, perceraian bisa saja disebabkan oleh perselingkuhan yang dilakukan oleh sang istri. Dalam kondisi seperti itu, bagaimana dengan hak asuh anak?
Indonesia secara legal memiliki undang-undang tersendiri untuk mengatur hak asuh anak setelah perceraian, dengan asumsi kejadian perselingkuhan yang dialami berujung dengan keputusan untuk berpisah antara suami dan istri. Regulasi yang dimaksud adalah Pasal 105 jo dan Pasal 156 KHI. Simak penjelasan selengkapnya mengenai hak asuh anak jika istri selingkuh.
Hak Asuh Anak Menurut Aturan yang Berlaku
Pasal tersebut menyebutkan bahwa menjadi hak seorang ibu untuk mengasuh anak berusia di bawah 12 tahun. Namun jika sang ibu meninggal, hak asuh akan digantikan oleh perempuan yang masih memiliki garis lurus ke atas dari ibu, ayah, dan perempuan yang masih berada di garis lurus ke atas dari ayah.
Dalam konteks sang istri berselingkuh, hak asuh atas anak tidak kemudian jatuh ke tangan sang ayah. Setelah terbukti selingkuh, jika sang istri mengajukan gugatan cerai, maka hak asuhnya tetap akan dimiliki oleh sang istri jika kebutuhan anak tidak pernah berkurang dan mereka mendapatkan kasih sayang dan pendidikan yang baik.
Namun demikian, ada kemungkinan hak asuh tidak lagi di tangan sang ibu. Jika sang ibu tidak dapat menjamin keselamatan jasmani dan rohani anak, maka atas permintaan kerabat yang bersangkutan, Pengadilan Agama bisa memindahkan hak asuh kepada kerabat lain yang memiliki hak asuh setara di mata hukum.
Sang ayah dapat mengajukan permohonan pemindahan hak asuh anak pada Pengadilan Agama. Hal ini memerlukan alasan yang cukup kuat untuk mendukung permintaan pemindahan hak asuh anak tersebut sehingga dapat meyakinkan Pengadilan Agama untuk melaksanakan permintaan yang bersangkutan.
Pembuktian Perselingkuhan
Mengacu pada Pasal 284 KUHP, perselingkuhan harus terlebih dahulu dibuktikan sesuai dengan ketentuan. Pada regulasi ini, perselingkuhan dapat dibuktikan dengan bukti berupa video atau bukti tertulis yang menyatakan telah melakukan perbuatan perselingkuhan atau perzinahan, dengan tujuan meyakinkan majelis hakim.
Baca Juga: Air Mata Baim Wong: Bongkar Perselingkuhan Paula Verhoeven dan Sahabatnya
Ini kenapa pembuktian kasus perselingkuhan cukup sulit terjadi karena bukti pendukungnya harus jelas sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Itu tadi sekilas pembahasan mengenai hak asuh anak jika istri selingkuh.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sekolah Rakyat Wonosobo Terima Ratusan Siswa Baru, Wamensos: Harapan Keluarga Kurang Mampu
-
Polda Jateng Selidiki Kematian Dugaan Bunuh Diri Taruna Akpol: Baru Ikuti Pembukaan Pendidikan
-
Menguji Klaim Sudaryono, Benarkah Membandingkan Sekolah Rusak dengan MBG Tak Fair?
-
Gandeng Produser TWICE, Shi Shi Siap Go International Lewat EP 'The Taste Of...'
-
Digerebek Tanpa Busana di Kontrakan, 3 Pria Diduga Pesta Gay di Citeureup Diarak Warga
-
Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi
-
Meki Nawipa: Pendapatan Daerah Papua Tengah Lampaui Target, PAD Tumbuh hingga 114,5 Persen
-
Ironi Pajak vs Korupsi: Kemewahan yang Dibayar dari Keringat Rakyat
-
Bank Neo Commerce Raup Laba Rp294,85 Miliar di Semester I-2026
-
Pembukaan MPLS, Orang Tua Siswa Terharu Anaknya Masuk Sekolah Rakyat