Suara.com - Fenomena Hallyu atau gelombang Korea telah menyihir jutaan orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Mulai dari drama Korea yang romantis hingga musik K-Pop yang energik, budaya populer Korea Selatan berhasil merebut hati generasi muda. Salah satu dampak paling nyata dari demam Hallyu ini adalah meningkatnya minat masyarakat, terutama generasi muda, untuk mempelajari bahasa Korea.
Meski kebanyakan alasan anak muda ingin belajar bahasa Korea awalnya adalah agar bisa memahami lirik lagu, berkomunikasi dengan idol, atau bahkan menonton variety show tanpa terjemahan, faktanya fenomena ini juga dapat membuka peluang karier baru. Melihat perkembangan industri hiburan Korea yang pesat, banyak anak muda yang bercita-cita bekerja di bidang yang berkaitan dengan Korea, seperti menjadi penerjemah, content creator, atau bahkan debut sebagai idol K-Pop.
Menjawab tantangan ini, Daewoong Foundation pun mengumumkan pembentukan BiTPDF Korean Center, sebuah pusat bahasa Korea di Politeknik Pariwisata Bali, Indonesia, yang bertujuan untuk memberikan siswa Indonesia kesempatan belajar bahasa Korea, memahami budaya Korea, dan berkembang menjadi talenta global.
Bertepatan dengan peringatan Hari Hangeul, hari penciptaan alfabet Korea, yaitu tanggal 9 Oktober 2024, Daewoong Foundation bersama Politeknik Pariwisata Bali menyelenggarakan acara peresmian BiTP-DF Korean Center.
Politeknik Pariwisata Bali adalah universitas di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang khusus melatih para profesional bidang pariwisata untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata di Bali.
Seiring dengan meningkatnya minat terhadap budaya Korea dan fenomena Korean Wave di Indonesia, dan semakin banyaknya siswa yang bercita-cita untuk mempelajari bahasa Korea dan meniti karier yang berkaitan dengan Korea, Daewoong Foundation merencanakan untuk menyajikan kurikulum praktis yang mencakup bahasa Korea, budaya, keterampilan pencarian kerja, dan pengetahuan industri terkait, guna membantu siswa berkembang menjadi talenta global.
Selain itu, untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal, Daewoong Foundation juga secara langsung menghadirkan instruktur berpengalaman yang sebelumnya telah lama mengajar di berbagai universitas internasional.
Daewoong Foundation kini menyediakan kursus bahasa Korea secara gratis untuk mendukung siswa yang memiliki semangat tinggi dalam belajar. Selain menawarkan beasiswa, siswa yang berprestasi dan aktif berpartisipasi juga berkesempatan mendapatkan pengalaman praktik di perusahaan-perusahaan Korea.
Diharapkan, dengan dukungan fasilitas dan dukungan ini, minat belajar bahasa Korea di Indonesia akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Baca Juga: Mengapa Kita Membutuhkan Generasi Muda yang Berani Berwirausaha?
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Praperadilan Febrie, Ahli: TPPU Tak Bisa Berdiri Sendiri, Harus Ada Tindak Pidana Asal
-
BNI wondrX 2026 Hadirkan Solusi Traveling Lengkap, Dari Tiket Hingga Visa Dalam Satu Zona Travel
-
Serunya Berburu Mainan di Pameran IBTE 2026 Jakarta
-
QLola by BRI Hadirkan Pengalaman Baru untuk Perkuat Layanan Digital Bisnis
-
Musim Kemarau Ekstrem, Kilang Plaju Salurkan Bantuan Logistik untuk Petugas BPBD Sumsel
-
Dokter Gigi Ini Ubah Konsep Klinik untuk Bikin Pasien Lebih Nyaman
-
Cerita Mencekam di Balik Tawuran Manggarai: Warga Saling Serang Pakai Petasan hingga Sajam
-
Sempat Damai, Tawuran Bukit Duri Pecah Lagi: Lurah Sebut Ada Provokasi Warga Luar
-
Bukan Sekadar Tempat Belanja, Wajah Baru Mal Ini Siap Jadi Destinasi Gaya Hidup yang Lebih Berwarna
-
Satyalancana untuk Dekan Unsoed Dipertanyakan di Tengah Polemik Integritas Akademik