- Tawuran antarwarga menggunakan petasan dan senjata tajam terjadi di Bukit Duri, Jakarta Selatan.
- Bentrokan yang memasuki area rel tersebut menyebabkan perjalanan KRL relasi Jakarta-Bogor sempat terganggu.
- Ketua RT menyatakan penyebab pasti kericuhan belum diketahui dan polisi telah mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi.
Suara.com - Tawuran antarwarga pecah di kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (21/8/2026) sore. Lokasi bentrokan berada tepat di pinggir jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Manggarai dan Stasiun Pasar Minggu.
Dari video yang beredar di media sosial, dua kelompok warga terlihat saling serang menggunakan petasan hingga senjata tajam.
Selain itu, kedua kelompok juga saling melempar batu untuk melukai lawannya.
Sejumlah pelaku bahkan terlihat mengenakan helm sembari menenteng celurit berukuran panjang saat mendatangi kelompok lawan.
Akibat kericuhan yang terjadi persis di samping jalur kereta, perjalanan Commuter Line relasi Jakarta-Bogor sempat terganggu.
Kereta harus berhenti sementara lantaran sejumlah warga dan pelaku tawuran ikut memasuki area rel.
Ketua RT setempat, Rifki Amalia, mengaku baru mengetahui adanya tawuran setelah menerima laporan dari warga.
"Aku dikirimin video. Ibu-ibu lagi pada duduk-duduk katanya dilemparin petasan. Nah, makanya jadi pecah lah nih warga," kata Rifki kepada wartawan, Jumat (21/8/2026).
Saat kejadian berlangsung, ia mengaku sedang bekerja sehingga tidak mengetahui secara pasti berapa lama tawuran itu terjadi.
Baca Juga: Dua Insiden Tertemper Beruntun, Perjalanan Commuter Line Bogor dan Tangerang Molor
"Aku kurang tahu karena kebetulan saya kan kerja, saya baru pulang, saya cuma dapat aduan dari warga aja," sambungnya.
Rifki menuturkan bahwa saat dirinya tiba di lokasi, kedua kelompok yang bentrok sudah berhasil dibubarkan.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti tawuran antara kedua kelompok warga tersebut belum diketahui. Petugas kepolisian saat ini telah mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan situasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Musim Kemarau Ekstrem, Kilang Plaju Salurkan Bantuan Logistik untuk Petugas BPBD Sumsel
-
Dokter Gigi Ini Ubah Konsep Klinik untuk Bikin Pasien Lebih Nyaman
-
Cerita Mencekam di Balik Tawuran Manggarai: Warga Saling Serang Pakai Petasan hingga Sajam
-
Sempat Damai, Tawuran Bukit Duri Pecah Lagi: Lurah Sebut Ada Provokasi Warga Luar
-
Bukan Sekadar Tempat Belanja, Wajah Baru Mal Ini Siap Jadi Destinasi Gaya Hidup yang Lebih Berwarna
-
Satyalancana untuk Dekan Unsoed Dipertanyakan di Tengah Polemik Integritas Akademik
-
Jejak Tebangan Kayu Hangus Terbakar Ditemukan di Lokasi Karhutla Jambi
-
Satu Minggu Jelang Muktamar, 4 Nama Kandidat Ketum PBNU Mengerucut, Siapa Terkuat?
-
Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Pengamat UGM Soroti Ancaman Sentralisasi dan Beban APBN
-
Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Fahira Idris: Bang Japar Ajak Warga Jaga Jakarta