Suara.com - Meutya Hafid menjadi salah satu dari 49 tokoh yang dipanggil menghadap Calon Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto. Politisi Golkar tersebut memenuhi undangan Prabowo di kediamannya yang berlokasi di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan pada Senin (14/10/2024).
Usai memenuhi panggilan itu, muncul dugaan kuat bahwa Meutya Hafid masuk daftar calon menteri Kabinet Prabowo. Ia digadang-gadang mendapatkan jatah sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).
Meutya Hafid sendiri pernah mengkritik keras Kominfo dan BSSN yang tidak memiliki backup data usai server Pusat Data Nasional (PDN) diretas ransomware.
Tak cukup di situ, Meutya Hafid juga punya rekam jejak yang mentereng di dunia media.
Rekam Jejak Meutya Hafid: Awali karier sebagai seorang jurnalis
Sebelum terjun ke dunia politik, perempuan bernama lengkap Meutya Viada Hafid ini merupakan seorang jurnalis.
Sosok tamatan University of New South Wales (UNSW), Australia ini dahulu adalah pembawa berita di berbagai kanal pemberitaan besar di Tanah Air.
Meutya bahkan sempat menarik atensi publik kala dirinya meliput tsunami Aceh hingga Perang Irak.
Kala meliput Perang Irak, Meutya bahkan sempat disandera oleh sekelompok militan bersenjata bersama sang kameraman, Budiyanto.
Baca Juga: Lama Tak Muncul ke Publik, Veronica Tan Menteri Apa?
Kisah menegangkan Meutya Hafid juga dimuat dalam buku autobiografi karyanya sendiri yang bertajuk 168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak.
Buku tersebut sempat mendapat apresiasi dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kala itu menjabat sebagai Presiden RI.
Tak sampai di situ, Meutya Hafid juga menyabet penghargaan internasional yakni Penghargaan Jurnalistik Elizabeth O'Neill dari pemerintah Australia.
Moncer di Politik
Meutya Hafid akhirnya terjun ke dunia politik dan bergabung ke dalam Partai Golkar. Kariernya sebagai politisi terbilang moncer lantaran ia memegang posisi penting baik di dalam maupun luar partai.
Istri Noer Fajrieansyah ini sempat diberikan amanat untuk menjabat sebagai Koordinator Bidang Hukum, HAM, Kebijakan Publik dan Kerjasama Publik Kesatuan Perempuan Partai Golkar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Daftar Wilayah DIY yang Berpotensi Diguyur Hujan Petir hingga Pukul 15.00 WIB Hari Ini
-
5 Hair Tonic untuk Menumbuhkan Rambut, Ampuh Atasi Kerontokan dan Kebotakan
-
4 Sepatu Sneakers Wanita Mulai Rp100 Ribuan, Empuk dan Anti Lecet Dipakai Jalan
-
Kenapa Korban Grooming Seperti Aurelie Moeremans Cenderung Diam? Waspadai Ciri-cirinya!
-
5 Moisturizer Terbaik Harga Pelajar untuk Mencerahkan Wajah, Mulai Rp20 Ribuan
-
Alasan Aurelie Moeremans Terbitkan Buku Broken Strings secara Gratis
-
5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
-
Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, Apa Itu Child Grooming dan Bahayanya Pada Anak?
-
5 Sampo Jepang untuk Atasi Rambut Rontok dan Uban Usia 40 Tahun ke Atas
-
5 Rekomendasi Promo Alat Elektronik di Opening Hartono Pakuwon Mall Jogja, Diskon hingga 80 Persen!