Suara.com - Penunjukan Mayor Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto menuai atensi banyak pihak. Sebab konon jabatan setingkat menteri ini diberikan kepada Anggota TNI dengan pangkat setara Jenderal.
Banyak yang kemudian mengaitkan penunjukan Teddy sebagai Seskab terkait dengan loyalitasnya selama ini menjadi ajudan Prabowo. Diketahui Teddy memang selalu mendampingi aktivitas Prabowo sejak masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan di periode kedua pemerintahan Jokowi.
Lantas seperti apa perjalanan karier Teddy hingga kini menjadi tangan kanan Prabowo di Kabinet Merah Putih?
Prajurit TNI kelahiran Manado, 14 April 1989 ini diriwayatkan menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara, lalu melanjutkannya ke Universitas Jenderal Achmad Yani untuk jenjang S1 dan Universitas Indonesia bidang Kajian Terorisme untuk jenjang pascasarjana.
Selama menjadi perwira TNI Angkatan Darat, Teddy juga aktif melakoni pendidikan militer, termasuk di Akademi Militer, United States Army Infantry School Amerika Serikat (2019), dan Ranger School (2020).
Berbekal pendidikan yang mentereng itulah karier Teddy di dunia militer berjalan dengan mulus, mulai dari menjadi Komandan Peleton di Kopassus lalu menjadi Ajudan Kepala Staf Umum TNI.
Namanya mulai melejit setelah menjadi Asisten Ajudan Jokowi di periode pertama pemerintahannya, tepatnya pada tahun 2016. Lalu di periode kedua pemerintahan Jokowi, Teddy menjadi ajudan Prabowo.
Teddy sempat dimutasi menjadi Wadanyonif Para Raider 328/Dirgahayu pada 26 Februari 2024. Lalu per tanggal 20 OKtober 2024, Prabowo resmi menunjuk Teddy menjadi Sekretaris Kabinet, jabatan yang sebelumnya diemban oleh Pramono Anung di masa pemerintahan Jokowi.
“Selanjutnya kementerian dan lembaga yang tidak di bawah koordinasi oleh Menko,” ujar Prabowo saat mengumumkan Kabinet Merah Putih pada Minggu (20/10/2024) malam. “53. Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.”
Baca Juga: 10 Menteri Terkaya Prabowo-Gibran versi LHKPN, Bahlil Peringkat 5
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag
-
Shayne Pattynama Sesumbar Jelang Indonesia vs Vietnam: Kami Sangat Percaya Diri!
-
Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?
-
Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Istana Tanggapi Putusan MK soal Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak
-
Whooz Bikin UMKM Tak Perlu Lagi Investasi Server dan Jaringan