Suara.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menuai sorotan setelah meminta anggaran di Kementerian HAM ditambah dari Rp64 miliar menjadi Rp20 triliun.
Usut punya usut, Natalius Pigai meminta anggaran ditambah karena ingin membangun pusat studi HAM dan menggencarkan edukasi HAM di Indonesia.
"Bagaimana kalau saya bilang, saya mau bangun 10 pusat studi HAM, bangun tiga jurusan HAM," ujar Natalius dikitip dari Antara pada Rabu (23/10/2024).
"Gencarkan kesadaran HAM di seluruh Indonesia setiap desa, 80 ribu desa, tapi saya tidak bisa. Saya tidak dikasih fasilitas yang cukup," sambungnya.
Usai meminta anggaran di Kementerian HAM ditambah menjadi Rp20 triliun, Natalius Pigai kontan menyita perhatian para netizen di media sosial.
Banyak informasi mengenai Menteri HAM tersebut yang dikulik oleh netizen, salah satunya terkait aset kekayaan yang dimiliki oleh Natalius Pigai.
Aset Kekayaan Natalius Pigai
Dilansir dari laman LHKPN, Natalius Pigai hanya pernah sekali melaporkan harta kekayaannya, yaitu pada 9 Juli 2019, saat ia menjadi calon pimpinan KPK.
Natalius Pigai saat itu melaporkan total harta kekayaannya sebesar Rp4.370.000.000 atau Rp4,37 miliar.
Natalius Pigai tak memiliki aset tanah dan bangunan. Namun, ia mempunyai alat transportasi dan mesin berupa mobil CRV Jeep Tahun 2011 senilai Rp300 juta.
Menteri HAM ini juga memiliki harta bergerak lain senilai Rp70 juta, surat berharga Rp2 miliar, kas dan setara kas sebesar Rp2 miliar.
Jika ditotal, kekayaan Natalius Pigai pada saat itu adalah Rp4.370.000.000 atau Rp4,37 miliar.
Berita Terkait
-
Terungkap! Alasan Menteri Natalius Pigai Minta Anggaran Rp 20 Triliun: Mau Bangun Universitas HAM Bertaraf Internasional
-
Belum Kerja Malah Berulah, Analis 'Kuliti' Blunder Menteri Prabowo: Imbas dari Seleksi Kabinet Prematur!
-
Baru Jabat Menteri HAM Sudah Minta Dana Rp20 Triliun, Veronica Koman Semprot Pigai: Mau Buat Apa Lu Duit Segitu, Surem!
-
Deretan Blunder 4 Menteri Prabowo di Hari Kedua Jadi Pejabat, Siapa Saja?
-
Minta Rp20 Triliun, Natalius Pigai Mau Edukasi HAM di 80 Ribu Desa
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu
-
Krisis Global di Depan Mata, Generasi Muda Ini Kumpul Cari Solusi Lewat Jalur Diplomasi
-
Peringati Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Pohon di Pesisir Karawang
-
Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga
-
Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor
-
Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
Kemelekatan Adalah Derita
-
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah