Suara.com - Natalius Pigai belakangan menjadi sorotan publik setelah resmi dilantik menjadi Menteri HAM di Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Sorotan publik kepada Natalius Pigai setelah mantan Tapol Papua itu meminta anggaran edukasi HAM untuk 80 ribu desa sebesar Rp20 triliun.
Aktivis Papua, Veronica Koman pun ikut menyoroti soal Natalius Pigai yang minta anggara Rp20 triliun setelah menjadi menteri di kabinet Prabowo. Pernyataan itu disampaikan Veronica Koman lewat cuitannya di akun X pribadinya saat menanggapi artikel sebuah media online berjudul: "Natalius Pigai Heran Anggaran Kementerian HAM Cuma Dijatah Rp64 Miliar."
"Menteri HAM dikasih anggaran 64M, protes, minta anggaran 20T. Katanya duit mau dipake buat membangun HAM," demikian cuitan Veronica Koman dikutip Suara.com, Selasa (22/10/2024).
Lantaran merasa janggal, pengacara sekaligus pegiat HAM itu pun mempertanyakan motif Natalius Pagai yang meminta uang Rp20 triliun setelah menjabat sebagai menteri.
Soal anggaran Rp20 triliun yang diminta Pigai, Veronica Koman pun turut memberikan komentar yang cukup menohok.
"Gw sampe S2 belajar HAM belum pernah ketemu konsep pembangunan HAM. Mau buat ape luuuuu duit segituuuuu. Surem!" sambung cuitan Veronica Koman.
Cuitan Veronica Koman yang menanggapi soal anggaran Rp20 triliun yang diminta Menteri HAM Natalius Pigai ikut diramaikan oleh kalangan netizen dengan beragam komentar. Namun, banyak yang ikutan menyindir sang menteri atas permintaan anggaran Rp20 triliun meski belum kinerjanya belum kelihatan.
"Belum genap seminggu aja udh suram gini," sindir akun @ja*****.
"Belum kerja belum apa udah nuntut ini itu, hoammzzz," timpal akun @pa**********.
Baca Juga: Sultan Andara Jadi Utusan Khusus Prabowo, Raffi Ahmad Janji Segera Setor LHKPN ke KPK
"Pejabat-pejabat rakusnya udah gak ketolong," kecam akun @All******.
Di sisi lain, tak sedikit netizen mencoba meluruskan soal ucapan Pigai dalam artikel yang diunggah Veronica Koman.
"Kalau dibaca beritanya yang bersangkutan tidak minta 20T, tapi mempertanyakan kenapa kementriannya hanya dapat 64M dari (mungkin) dana total yg ada sebesar 20T. Apakah 64M terlalu kecil? gak tahu. Saya hanya meluruskan apa yang tertulis di berita," tulis akun @Al*********.
"Tapi ya memang harus diakui, 64 M terlalu kecil untuk ukuran Kementrian. Tapi yaaa klo sampai minta 20 T lebay juga. Ini imbas efek anggaran tertinggi yg didapat Polri, tembus lebih dari 100 T padahal kerja dan kinerjanya kek gitu," sahut akun @fa***********.
Berita Terkait
-
Sultan Andara Jadi Utusan Khusus Prabowo, Raffi Ahmad Janji Segera Setor LHKPN ke KPK
-
Ajudan Prabowo Jabat Seskab, Gaji Pokok Mayor Teddy Kini Naik hingga Setara Menteri, Totalnya Segini!
-
Blunder di Hari Pertama jadi Menko Prabowo, KontraS Kecam Yusril: Menunjukkan Negara Enggan Tuntaskan Kasus HAM Berat
-
Akun Fufufafa Diduga Gibran Komentar Rasis ke Warga Papua, Veronica Koman Murka!
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?