Suara.com - Sejumlah menteri dalam Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran sudah melakukan blunder, padahal baru saja akan bekerja usai dilantik pada Senin (21/10/2024) lalu. Adanya hal itu dianggap ditenggarai pendeknya waktu penyeleksian para calon menteri.
"Ini imbas dari prematurnya seleksi kabinet, Prabowo hanya show off proses seleksi, tetapi tidak benar-benar memilih tokoh dengan integritasnya terjamin," kata Analis Politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah kepada Suara.com, Rabu (23/10/2024).
Dedi lantas menyinggung sisi profesionalitas. Menurutnya, profesional tersebut bukan hanya soal identitas.
"Ini yang dimaksud dengan profesional itu tidak saja soal identitas, melainkan soal cara kerja dan karakter personal yang tidak terintervensi dengan kepentingan ekonomi maupun politik manapun," katanya.
Dedi mencontohkan dua menteri yang dianggap blunder dan menjadi sorotan, yakni Yusril Ihza Mahendra dan Natalius Pigai.
"Yusril, Natalius Pigai, bisa dianggap sebagai sosok yang memang punya kapasitas, tetapi kapasitas yang mereka miliki potensial tidak digunakan untuk kepentingan bersama atau bangsa, melainkan untuk sedikit kelompok utamanya yang sedang mempekerjakan mereka, tentu ini ironi," katanya.
Khusus untuk Natalius yang disorot karena baru saja dilantik sebagai Menteri HAM justru meminta anggaran besar Rp20 Triliun, hal itu dianggap tak rasional.
"Sejauh ini Kementerian HAM dengan nomenklatur lama, tidak pernah tunjukkan kerja yang mengacu pada penegakan keadilan hukum, lalu jika saat ini Pigai inginkan anggaran besar, jelas tidak rasional jika dibandingkan dengan cakupan kerjanya," pungkasnya.
Baru Dilantik Sudah Blunder
Sebelumnya, sejumlah menteri dalam Kabinet Merah Putih dianggap melakukan blunder mereka diantaranya seperti Menko Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra, Menteri HAM Natalius Pigai hingga Menteri Desa Pembangunan Desa Tertinggal Yandri Susanto.
Yusril sempat menyebut Tragedi 1998 bukan pelanggaran HAM berat. Hal itu diucapkan Yusril di hari pertama bekerja sebagai Menko di kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Lalu, Natalius Pigai meminta pagu anggaran di kementeriannya dirombak. Ia meyakini bahwa akan ada penambahan anggaran untuk kementerian yang dipimpinnya dalam rangka pembangunan HAM di Indonesia, secara fisik maupun nonfisik.
Ketika ditanya estimasi dana yang dibutuhkan Kementerian HAM, mantan Komisioner Komnas HAM itu menjawab bahwa kementerian yang ia pimpin ingin anggarannya lebih dari Rp20 triliun.
Kemudian Yandri Susanto membuat undangan haul, hari santri dan tasyakuran menggunakan stampel dan kop surat menteri.
Berita Terkait
-
Diultimatum Mahfud MD Gegara Salahgunakan Stempel Kementerian, Yandri Susanto Diadukan ke Prabowo: Pak Masak Begini?
-
Nyelekit! Bagi-bagi Makan Siang Gratis di Hari Ketiga jadi Wapres, Aksi Gibran Dicap Tiru Jokowi: Like Father Like Son
-
Baru Jabat Menteri HAM Sudah Minta Dana Rp20 Triliun, Veronica Koman Semprot Pigai: Mau Buat Apa Lu Duit Segitu, Surem!
-
Jadi Kontroversi usai jadi Menko Prabowo, Yusril Kini Ralat Ucapan soal Tragedi 98 Bukan Kasus HAM Berat, Apa Katanya?
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026
-
Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur
-
Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!
-
Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?
-
Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN
-
Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil
-
Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang