Suara.com - Kabarnya Kurikulum Merdeka akan diganti oleh kurikulu Deep Learning. Lantas apa itu deep learning? Mungkin ada sebagian orang yang masih asing dengan istilah tersebut. Nah untuk selengkapnya, berikut ini penjelasan tentang Deep Learing.
Baru-baru ini ramai jadi perbincangan publik terkait deep learning. Istilah ini mulai mencuri perhatian publik usai Abdul Mu’ti, memberikan kode atau bocoran akan adanya penggantian Kurikulum Merdeka dengan Deep Learning.
Bocoran penggantian Kurikulum Merdeka ke Deep Learning diungkapkan oleh Abdul Mu’ti dalam sebuah video yang diunggah oleh warganet di X dengan nama akun @/BarisanPemudaRI pada Selasa (5/10/2024).
Sering dengan kabar mengenai adanya penggantian Kurikulum Merdeka ke Deep Learning, mungkin masih ada sejumlah orang yang belum tentang apa itu Deep Learning. Nah bagi yang ingin mengetahuinya, berikut ini penjelasannya.
Apa Itu Deep Learning
Kurikulum Deep Learning ini merupakan gagasan baru yang rencananya untuk menggantikan Kurikulum Merdeka (Kumer) melalui pendekatan pembelajaran lebih mendalam. Kurikulum ini diharapkan bisa lebih membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar.
Abdul Mu’ti selaku Mendikdasmen menyampaikan bahwa kurikulum Deep Learning ini dirancang guna membantu siswa agar bisa lebih memahami materi melalui metode dengan menekankan pada eksplorasi dan pemikiran kritis.
"Deep learning itu bukan kurikulum. Deep learning itu pendekatan belajar. Termasuk full-full juga bukan kurikulum," ujar Mu'ti kepada wartawan ditemui di Jakarta beberapa hari lalu.
Selain itu, Abdul Mu’ti juga menerangkan bahwa Kurikulum Deep Learning ini metode pembelajaran yang menggabungkan 3 elemen utama, yakni Mindfull Learning, Meaningfull Learning, dan Joyfull Learning.
Setiap elemen dirancang guna menciptakan suasana pembelajaran yang bukan hanya mengutamakan pengetahuan tapi juga pengalaman yang bermakna bagi siswa dengan cara meminimalisir materi namun mengeksplorasi lebih mendalam.
Baca Juga: Deep Learning Jadi Kurikulum Baru Gantikan Meredeka Belajar? Begini Kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti
Kurikulum Deep Learning ini rencananya akan diterapkan tahun 2025 mendatang. Namun untuk merealisasikan Kurikulum tersebut tentunya butuh persiapan yang matang, sepertinya ada pelatihan guru dan ketersediaan infrastruktur yang memadai.
Nantinya, agar penggantian kurikulim bisa berjalan lancar. Pada guru pun akan diberikan pelatihan secara intensif selama masa transisi dari Kurikulum Merdeka ke Kurikulum Deep Learning tahun 2025 mendatang.
Guna berhasilnya penerapan Kurikulum Deep Learning, para guru pun dituntut agar lebih fleksibel juga responsif akan kebutuhan siswa. Selain itu, keberhasilan kurikulum ini juga sangat bergantung akan kesediaan para guru dalam beradaptasi dengan pendekatan ini.
Bagaimana Nasib Kurikulum Merdeka Nadiem?
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa Kementerian terkait saat ini belum mengambil keputusan apakah akan mengganti kurikulum Merdeka Belajar yang dicetuskan oleh menteri terdahulu Nadiem Makariem.
Maka dari itu, kurikulum Merdeka Belajar masih berlaku saat ini. Sekretaris PP Muhammadiyah itu mengatakan kalau pihaknya masih akan lakukan kajian untuk menentuka kurikulum yang tepat dengan materi pembelajarannya.
"Nanti kita memang akan mengkaji semuanya. Insyaallah nanti materi-materi pelajaran akan kita lihat lagi, terutama menyangkut urutan, pembobotan dan sebagainya," ujar Mu'ti.
Tag
Berita Terkait
-
Deep Learning Jadi Kurikulum Baru Gantikan Meredeka Belajar? Begini Kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti
-
Meraba Nasib Kurikulum Merdeka Belajar, Bakal Tamat di 'Tangan' Abdul Mu'ti?
-
Sama-Sama Berani Sentil Menteri, Segini Kekayaan Rieke Diah Pitaloka dan Melly Goeslaw
-
Melly Goeslaw Lulusan Apa? Berani Sentil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Rapat DPR
-
Pendidikan Melly Goeslaw, Sentil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Pakai Lagu saat Rapat DPR
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cushion Somethinc Copy Paste untuk Kulit Apa? Ini Harga dan Kelebihan Produknya
-
Ella Skincare Apakah Sudah BPOM? Ini Faktanya
-
Keberuntungan Berpihak ke 5 Shio Ini Pada 7 Mei 2026, Siap-Siap Cuan!
-
Suka Wangi Minimalis? Intip 7 Parfum Aroma Clean dari Harga Lokal Hingga Luxury
-
5 Sepatu Lari Lokal Terbaik yang Cocok Dipakai Kerja dan Aktivitas Harian, Cek di Sini!
-
Urutan Skincare Pakai Toner yang Benar Menurut Dokter, Sesuaikan Jenisnya!
-
5 Rekomendasi Daily Cream Viva Cosmetics, Murah tapi Efektif untuk Rawat Kulit
-
5 Toner yang Mencerahkan Wajah di Guardian dengan Kandungan Aktif Terbaik
-
Harga Setara Motor, Sepeda Listrik Ini Punya Jarak Tempuh 96,5 Km
-
Urutan Skincare Wardah Lightening Pagi dan Malam yang Benar agar Wajah Cerah Maksimal