Suara.com - Hari Anak Sedunia sebentar lagi akan tiba. Nah untuk selengkapnya, simak berikut ini jadwalnya lengkap dengan perbedaan Hari Anak Sedunia, Hari Anak Internasional dan Hari Anak Nasional.
Diketahui, peringatan Hari Anak ini dirayakan diberbagai Negara di dunia. Namun perlu diketahui juga bahwa Hari Anak Seduni itu berbeda dengan peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Anak Internasional.
Lantas apa perbedaannya? Nah untuk selengkapnya, simak berikut ini penjelasan perbedaan hari anak sedunia, hari anak internasional dan hari anak nasional yang dilansir dari berbagai sumber.
Perbedaan Hari Anak Sedunia, Hari Anak Internasional dan Hari Anak Nasional
Perbedaan antara Hari Anak Sedunia, Hari Anak Internasional, dan Hari Anak Nasional terletak pada tanggal perayaannya dan cakupan atau fokus dari perayaan tersebut. Adapun perbedaannya sebagai berikut:
- Hari Anak Sedunia (Universal Children's Day)
Hari Anak Sedunia (Universal Children's Day) ini jatuh pada tanggal 20 November setiap tahunnya. Hari Anak Sedunia ini diperingati di seluruh negara di dunia. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran mengenai hak-hak anak dan kesejahteraan anak di seluruh dunia.
Hari Anak Sedunia ini diplokramirkan oleh PBB. Ditetapkannya tanggal 20 November ini juga menandai penerimaan Deklarasi Universal Hak Anak oleh PBB pada tahun 1959 dan Konvensi Hak Anak pada tahun 1989.
- Hari Anak Internasional (International Children's Day)
Hari Anak Internasional (International Children's Day) ini jadwal perayaannya berbeda-beda di berbagai negara, namun umumnya diperingati setiap 1 Juni. Hari Anak Internasional ini diperingati banyak negara, namun bukan hari yang diperingati oleh PBB secara resmi.
Beberapa negara memilih merayakan Hari Anak Internasional sebagai hari untuk merayakan hak anak, menciptakan kesadaran tentang masalah yang dihadapi anak-anak di dunia serta setiap anak membutuhkan perhatian dan perlindungan.
- Hari Anak Nasional (National Children's Day)
Hari Anak Nasional (National Children's Day) ini diperingati di Negara Indonesia setiap 23 Juli. Hari Anak Nasional ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan perhatian terhadap hak-hak anak dan kesejahteraan anak-anak di Indonesia.
Baca Juga: Penuh Makna! 10 Ucapan Hari Anak Sedunia 20 November 2024
Ditetapkannya Hari Anak Nasional ini sebagai upaya untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi anak-anak di Indonesia, serta upaya negara dan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan anak secara khusus.
Secara singkat, perbedaan utama terletak pada waktu perayaan dan cakupan geografi (internasional atau nasional). Hari Anak Sedunia bersifat global, Hari Anak Internasional lebih dikenal di beberapa negara tertentu, sementara Hari Anak Nasional adalah perayaan khusus di Indonesia.
Demikian ulasan penjelasan mengenai perbedaan Hari Anak Sedunia, Hari Anak Internasional dan Hari Anak Nasional yang menarik untuk diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat!
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
-
Penuh Makna! 10 Ucapan Hari Anak Sedunia 20 November 2024
-
Sejarah Hari Anak Sedunia Yang Diperingati Pada 20 November
-
Sambut Hari Anak Sedunia PBB, Doyoung NCT Donasi Rp1,1 Miliar ke UNICEF
-
Objektifikasi Perempuan Jadi Tantangan Peringatan Hari Anak Perempuan Dunia
-
Cocok untuk Caption! 20 Ucapan Menyentuh Hati di Hari Anak Perempuan Internasional
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas
-
Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
-
Bukan Pertumbuhan Ekonomi, Riset CORE Bongkar RAPBN 2027 Justru Bikin Anggaran Makin Ketat
-
Diperiksa KPK 7 Jam, Bupati Kuansing Bungkam Soal Selisih Amplop di Meja Raja Juli
-
Dari Dapur Rumah ke Restoran, Bisnis Alumni SisBerdaya Ini Catat Kenaikan Omzet 70%
-
Review Loki Season 2: Dari God of Mischief Menjadi Penjaga Multisemesta
-
Mengantuk Sekejap, Pikap L300 Terjun Bebas ke Sungai di Blitar
-
Panas! Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik saat Korsel dan AS Latihan Militer
-
Nasib Ribuan Mahasiswa Jakarta Terancam Data Desil
-
Mendag Dorong Pelaku Industri Manfaatkan Trade Expo Indonesia