Suara.com - Pilkada 2024 tengah diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia, Rabu (27/11/2024). Soal penyelenggaraan Pilkada, warganet soroti hari pelaksanaan yang jatuh pada Rabu dengan pasaran jawa Pon alias Rabu Pon.
Pasalnya Rabu Pon sendiri sering kali dikaitkan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Hal ini salah satunya tampak dalam unggahan akun X @rizkidwika.
"Selaman mencoblos all. Lagi-lagi apa? yak betul. Lagi-lagi Rabu Pon klenik Mulyono," tulis akun X @rizkidwika dikutip Rabu, (27/11/2024).
Cuitan akun @rizkidwika tersebut sontak menuai berbagai respons dari warganet.
"Iya nih, mau bilang kebetulan juga terlalu sering kebetulan," komentar warganet.
"Semoga yang didukung beliau tumbang semua," tulis warganet di kolom komentar.
"Mungkinkah ini tanggal pesanan beliau?" timpal lainnya.
Dikaitkan dengan Jokowi, seperti apa asal-usulnya?
Asal-usul Rabu Pon dan Jokowi
Baca Juga: Nyoblos di TPS 008 Bojong Koneng, Pesan Menohok Prabowo soal Menang-Kalah di Pilkada
Hari Rabu Pon kerap dianggap sebagai hari penting selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rabu Pon sendiri merupakan hari kelahiran atau weton Jokowi.
Diketahui Jokowi lahir pada 21 Juni 1961 yang dalam kalender Jawa kelahirannya tepat pada Rabu Pon.
Pada Rabu Pon, Jokowi sering kali menjatuhkan keputusan penting selama masa pemetintahannya. Pasalnya mantan Gubernur Jakarta itu sering kali melakukan reshuffle menteri di hari Rabu Pon.
Pada periode pertama, Jokowi melakukan reshuffle pada Rabu Pon. Sementara periode kedua, reshuffle dilakukan pada yakni Rabu Legi dan Rabu Pon.
Hal ini juga tampak pada Pilpres dan Pileg 2024 yang dilakukan pada Rabu Legi, sementara Pilkada kembali pada Rabu Pon.
Pada kepercaaan primbon Jawa, setiap hari kelahiran memiliki hari besarnya masing-masing, termasuk hari keberuntungan dan hari naas. Uniknya orang yang lair Rabu Pon seperti Jokowi, hari beruntungnya ada di Rabu Pon tapi hari sialnya juga bisa berada di Rabu Pon.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim