Suara.com - Ternyata banyak ditemukan pelanggaran politik uang selama masa tenang menjelang pencoblosan Pilkada Jakarta pada hari ini. Bahkan, petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyita barang bukti sembako yang digunakan 'serangan fajar' untuk membujuk warga Jakarta mencoblos pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (Cagub-Cawagub) tertentu.
Praktik money politic itu diungapkan anggota Bawaslu RI, Puadi di TPS 78, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (27/11/2024). Menurutnya, temuan pelanggaran pemilu itu saat petugas melakukan patroli di masa tenang.
"Dalam proses patroli tersebut banyak ditemukan adanya dugaan-dugaan pelanggaran berkaitan tentang money politik, serangan fajar dan ada beberapa hal yang memang kami juga menyita sembako," beber Puadi.
Puadi juga menerangkan bahwa aturan penyitaan itu memang ada di ruang penyidikan dan di atur dalam undang-undang, tetapi anggota Bawaslu ini berupaya untuk melakukan proses pencegahan terkait dugaan manipolitik.
"Walaupun di undang-undang 10, 2016, sebagaimana diatur di ketentuan pasal 146 penyitaan itu memang ada di ruang penyidikan, tetapi kami berupaya untuk melakukan proses pencegahan berkaitan tentang money politik," jelas Puadi.
Terakhir, Puadi membeberkan bahwa adanya dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di beberapa wilayah, dan ini menjadi fokus Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu.
"Informasi termasuk juga adanya OTT di beberapa wilayah, yang ini juga menjadi konsentrasi terutama kami penyelenggara pemilu untuk memastikan proses penanganan pelanggaran, jika adanya laporan dan informasi awal berkaitan tentang operasi tangkap tangan, yang dilakukan oleh tim pasangan calon sehingga mungkin nanti ini menjadi konsentrasi kami," pungkasnya. (Moh Reynaldi Risahondua).
Berita Terkait
-
Nyoblos Pilkada Jabar, RK Kaget Lihat Bocil Pakai Jersey Viking-The Jak: Beli di Mana?
-
Warga Jakarta Jangan Salah Nyoblos Besok, YLBHI Bongkar 'Dosa-dosa' Cagub Nomor Urut 2 Dharma Pongrekun
-
Unggah Seruan Prabowo Nyoblos RK di Masa Tenang, Muncul Desakan Bawaslu Usut Raffi Ahmad: Kalau Gak Ditindak, Bubar Aja!
-
Blunder! Kepergok Hapus Postingan Surat Prabowo Dukung RK, Raffi Ahmad Dicap Tukang Laundry hingga Doktor Abal-abal
-
Nyamar jadi Polantas saat Kena OTT, Detik-detik Penyidik KPK Dikepung Simpatisan Gubernur Rohidin Mersyah
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu
-
3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud
-
Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb
-
ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor