Suara.com - Klausul permintaan donasi tujuh turunan diduga menjadi penyebab Pratiwi Noviyanthi alias teh Novi walk out dan enggan meneken kesepakatan damai dengan Agus Salim.
Melalui media sosialnya, Denny Sumargo mengungkap klausul di mana Teh Novi harus terus memberikan donasi untuk pengobatan Agus sampai kedua belah pihak sepakat berhenti.
"Serta tidak akan berakhir dengan meninggalnya salah satu pihak akan tetapi diteruskan dan wajib dipenuhi oleh para ahli waris atau penerima hak masing-masing," begitulah kutipan isi klausulnya, ditilik pada Jumat (29/11/2024).
Lewat tayangan Intens Investigasi, kubu Novi pun membenarkan bahwa klausul kontroversial itu dibuat oleh mantan pengacaranya, Brian Praneda.
Menurut kuasa hukum Novi, Garry Julian, poin tersebut dibuat untuk mengantisipasi beberapa kondisi pengobatan Agus.
"Ini kan duit yang ada Rp1,3 M. Kondisi pertama, kalau pengobatannya hanya Rp100 juta, sisanya buat apa? Kondisi kedua, kalau pengobatannya pas Rp1,3 (miliar), oke nggak ada masalah. Kondisi ketiga, kalau pengobatannya sampai lebih dari Rp1,3 M, akan seperti apa kekurangannya?" ucap Garry.
Itulah latar belakang Brian membuatkan klausul tersebut. "Kita sih oke-oke aja, nggak ada masalah. Tapi dari yayasan kita udah tahu kira-kira habisnya berapa, kan rencana tindakannya sudah kita pegang," ujar Garry.
"Yang di JEC sekitar Rp100-200 juta saja," imbuh Novi.
Namun pihak Novi juga berusaha agar kesepakatan damai dibahas serinci mungkin saat mediasi. Sayangnya malah terjadi upaya penggiringan Novi untuk menandatangani draf tersebut, sehingga Novi akhirnya memilih untuk walk out.
Baca Juga: Donasi Teh Novi Diduga buat Bayar Kontrakan, Agus Salim Disentil Mensos: Bisa Jadi Perkara ...
Menariknya, diduga ada peran Farhat Abbas juga di balik kisruh yang terjadi. Disampaikan Garry, Farhat sempat mencari kontak Brian sebelum draf kesepakatan damai itu dibuat.
"Ini kan Bang Farhat juga membantah, soal klausul itu bukan dia yang bikin," kata awak media.
"Kita nggak tahu lah kalau hal itu. Tapi sepengetahuan saya, sebelum Om (Brian) membuat draf itu, Bang Farhat sempat menghubungi saya minta nomor telepon Om Brian. Ketika ada komunikasi itu, terciptalah itu (draf kesepakatan damai)," terang Garry.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!