Suara.com - Kualitas udara di Jakarta membaik beberapa hari belakangan. Hal ini membuat warganet ingat lagi perkataan Anies Baswedan saat bahas polusi di debat Pilpres 2024 lalu.
Dalam hal ini, akun X @piotrj mengunggah status kualitas udara Jakarta lewat aplikasi NAFAS. Hasilnya, kulitas udara mayoritas dalam keadaan hijau atau baik.
"Astagaa udah 4 hari begini. Kok gak ada media yang liput? Cuma jatuhin Jakarta kalo buruk, gak ada yang highlight udaranya sehat," tulis akun X @piotrj.
Soal kualitas udara Jakarta, NAFAS menyebut salah satu yang mendorong membaiknya udara di Jakarta adalah angin kencang di daerah Jakarta.
"Jadi dari Kamis 21 November, terbentuk pusat tekanan rendah di sekitar siklon tropis Robyn yang mengarahkan angin ke selat Sunda," tulis NAFAS di akun X milik mereka, @nafasidn dikutip Selasa (3/12/2024).
"Ketika mendekat dan semakin kencang, selain jemuran yg berterbangan, polutan yang sebelumnya terjebak di Jakarta juga ikut kegerus ke utara," imbuhnya.
Unggahan tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet. Tak sedikit warganet yang malah teringat dengan kata-kata Anies Baswedan soal 'angin tak punya KTP'.
"Angin nggak punya KTP @aniesbaswedan, pernyataanmu blm siap diterima oleh mayoritas bangsa Indonesia yg gk paham ilmiah pak. Sabar ya pak PR mencerdaskan bangsa masih panjang," komentar warganet.
"Berarti Pak Anies benar, dan pakai data bicaranya pas debat kemarin, tp malah diledekin," tulis warganet di kolom komentar.
Baca Juga: Lolly Penuhi Panggilan Polisi, Tenang dan Berhijab Cantik
"Mirisnya masih banyak masyarakat kita yang diedukasi kalau Jakarta udaranya bisa bersih karena polutannya ditiup angin, yang ngedukasi malah diolok-olok," timpal lainnya.
Diketahui dalam debat Pilpres 2024, Anies sempat menjawab pertanyaan Prabowo Subianto soal polusi udara di Jakarta. Anies menyebut polusi di Jakarta bisa sangat dipengaruhi oleh angin sehingga tidak konsisten.
"Bila masalah polusi udara itu bersumber dari dalam kota Jakarta maka hari ini, besok, minggu depan akan konsisten akan terus kotor, tapi apa yang terjadi? Ada hari di mana kita bersih, ada hari di mana kita kotor. Ada masa Minggu pagi Jagakarsa sangat kotor, apa yang terjadi? Polusi udara tak punya KTP, angin tak ada KTP-nya," kata Anies dalam debat Pilpres pada 12 Desember 2023.
Kala itu Anies menjadi bulan-bulanan publik lantaran menjadikan angin sebagai alasan polusi udara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek