Suara.com - Setelah mengolok-olok penjual es teh di pengajian akbarnya, Gus Miftah terus menjadi bulan-bulanan warganet di media sosial.
Terkini, kehidupan pribadi sosok bernama asli Miftah Maulana Habiburrahman kembali dikulik, termasuk pekerjaannya sebelum menjadi pendakwah dengan bayaran fantastis seperti saat ini.
Baru-baru ini, beredar informasi yang menyebut jika tarif ceramah Gus Miftah mencapai Rp75 juta untuk durasi 1,5 jam.
Dari nominal tersebut, Gus Miftah memiliki kekayaan yang cukup menggiurkan, bisa terlihat dari rumahnya yang mewah dan bernuansa modern.
Bahkan, warganet membanding-bandingkannya dengan pendakwah lain, seperti Gus Baha yang dianggap lebih sederhana dan luas ilmunya.
Dari situ pula, warganet mencari tahu, apa pekerjaan Gus Miftah sebelum jadi pendakwah seperti saat ini?
Dalam acara 'Kick Andy' yang dipandu host Andy F Noya, Gus Miftah pernah menceritakan masa lalunya. Ia mengaku menjalani kehidupan cukup berat sebelum menjadi pendakwah yang dikenal luas seperti saat ini.
Ternyata, Gus Miftah pernah mengais rezeki sebagai tukang kebun, marbot, pedagang asongan hingga tukang becak demi memenuhi kebutuhan hidup.
Tak hanya itu, ia juga pernah menjajal bisnis untuk memperbaiki ekonomi walau namun akhirnya bangkrut.
Baca Juga: Biayai Umrah Sunhaji dan Keluarga, Segini Perkiraan Kocek yang Dikeluarkan Miftah Maulana
Ia bercerita bagaimana pertama kali perjalannya hijrah ke Jogjakarta tanpa ada bekal ataupun bantuan dari orang tua.
“Jadi saya dulu berangkat ke Jogja, tidak mendapatkan transferan dan wesel dari Bapak Ibu saya. Saya cuma bilang, Pak Bu saya berangkat ke Jogja untuk kuliah, ” paparnya.
Sesampainya di Jogjakarta, Gus Miftah tidak memiliki uang maupun kenalan sehingga ia memilih untuk menjadi marbot sebuah masjid selama 4,5 tahun lamanya.
“Karena di Jogja saya tidak punya tempat tinggal, saya di masjid. Di sinilah saya belajar memahami kebhinnekaan, kemajemukan, dan pluralisme. Saya orang NU, tinggal di masjidnya orang Muhammadiyah sebagai James Bond (jaga masjid dan kebon),” terangnya.
Demi memenuhi kebutuhan hidup, ia kemudian berdagang sebagai penjual asongan aksesori seperti gantungan kunci di Alun-Alun utara Malioboro.
Namun, proses berdagangnya tidak berlangsung lama sehingga ia beralih profesi sebagai tukang becak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?
-
5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan
-
Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat
-
12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove
-
Bedak Padat Purbasari Bisa Dipakai untuk Umur Berapa? Lengkap dengan 4 Keunggulannya
-
Beda Cream, Liquid, dan Powder Blush: Kenali Tekstur, Hasil Akhir, dan Cara Pakainya
-
Instaperfect Cushion untuk Kulit Apa? Ini Varian, Manfaat, dan Kelebihannya Menurut Review
-
7 Cara Membedakan Sepatu Ortuseight Asli dan KW agar Tidak Salah Beli
-
Sering Pakai Masker Hitam Bikin Jerawat Makin Parah? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Kulit
-
3 Bedak Tabur Wardah Terlaris di Shopee, Kualitas Bagus Menurut Review Pengguna