Lifestyle / Male
Kamis, 12 Desember 2024 | 15:03 WIB
Kolase Miftah Maulana dan Farhat Abbas (Instagram/YouTube/Indonesia Lawyers Club)

Suara.com - Farhat Abbas membela Miftah Maulana atau Gus Miftah terkait kontroversi menghina penjual es teh. Menurutnya, ucapan Miftah hanyalah candaan semata.

Selain itu, Farhat Abbas juga memuji adab Gus Miftah karea berani mengundurkan diri sebagai Utusan Khusus Presiden. Menurutnya, adab Gus Miftah itu jauh lebih baik dari sejumlah menteri yang melakukan tindak pindana korupsi.

Opini ini disampaikan Farhat Abbas saat menjadi bintang tamu dalam acara Karni Ilyas, Indonesia Lawyers Club. Acara ini diunggah dengan judul "GUS MIFTAH: ANTARA BERCANDA DAN MENGHINA" di YouTube Indonesia Lawyers Club pada Kamis (12/12/2024).

Dalam acara ini, Farhat Abbas menilai sosok Gus Miftah adalah orang hebat. Hal ini terbukti dari keberanian Miftah untuk mundur dari jabatan di kabinet Merah Putih.

Padahal, kata Farhat, budaya mengundurkan diri dari jabatan jarang terjadi di Indonesia. Ia mencontohkan banyak menteri korupsi yang tidak mundur, tetapi menunggu dicopot.

"Saya menyampaikan kepada pak Gus Miftah bahwa Anda adalah orang yang hebat karena mundur. Itu jarang sekali budaya mundur di Indonesia, bisa dihitung," puji Farhat Abbas dalam acara itu seperti dikutip Suara.com, Kamis (12/12/2024).

"Ada beberapa menteri yang terlibat korupsi segala macem, masih gak mundur-mundur juga. Orang menjilat untuk mendapat jabatan tapi beliau (tidak)," sambut Farhat Abbas.

Farhat Abbas dalam acara Indonesia Lawyers Club (YouTube/Indonesia Lawyers Club)

Farhat Abbas juga menilai seharusnya Presiden Prabowo Subianto ikut membela Miftah di tengah prahara kasus penjual es teh. Pasalnya, kata Farhat, kritikan bertubi-tubi dari masyarakat ke Miftah juga diartikan sebagai kritikan untuk Presiden Prabowo.

"Harusnya, kalau saya jadi pak presiden (saya akan mengatakan), 'Biar kami akan bina atau kami luruskan kembali'. Kan selesai, jangan membiarkan dia (Miftah) tertekan dan menjadi bahan bullyan," katanya.

Baca Juga: Kini Mantan Pejabat, Gus Miftah Blak-blakan Akui Pernah Ditawari Maju Jadi Gubernur Lampung

"Karena mau tidak mau ini yang diserang kan bukan Gus Miftah pribadi, tapi adalah kekuatan dari tim pak Prabowo, gitu," lanjut Farhat Abbas.

Farhat Abbas melanjutkan, sikap membela Miftah perlu ditunjukan oleh Prabowo. Jika tidak, maka ia tidak yakin bagaimana orang nomor satu di Indonesia itu akan menangani persoalan-persoalan di kabinetnya dalam satu tahun ke depan.

"Nah, kalau Gus Miftah sudah rubuh, bagaimana nanti akan menghadapi menteri-menteri dalam 100 hari ke depan atau setahun ke depan? Jangan lemah gitu," tegas Farhat Abbas.

Terakhir, Farhat Abbas mengaku masih menantikan keputusan Presiden Prabowo terkait kasus Miftah. Khususnya terkait menerima atau menolak pengunduran diri Miftah.

"Nah, saya gak tahu sekarang apakah pak Presiden menerima mundurnya atau mungkin dipertimbangkan lagi untuk mundurnya, gitu," tandas Farhat Abbas.

Load More