Suara.com - Saat ini keamanan informasi dan identitas menjadi semakin rumit karena munculnya berbagai modus penipuan AI. Salah satu perusahaan penyelenggara sertifikasi elektronik, VIDA (PT. Indonesia Digital Identity) melaporkan penipuan berbasis AI di Indonesia terus meningkat.
Hingga akhir tahun 2024, penipuan berbasis AI pada industri keuangan lokal mengalami kenaikan sampai 1.550%. Secara global, penyalahgunaan teknologi AI juga meningkat 700%.
Fenomena ini mau tidak mau akan menekan pihak yang berkepentingan untuk mengambil langkah proaktif. Masyarakat juga perlu mendapat edukasi dan sosialisasi terkait modus penipuan teknologi AI yang semakin canggih.
Modus Deepfake Paling Banyak Digunakan Penipu
Jubun, pria kelahiran 16 April 1978 yang berprofesi sebagai detektif swasta, memaparkan bahwa AI membawa risiko yang signifikan dalam bentuk penipuan.
“Salah satu yang populer adalah penipuan deepfake. Cakupannya cukup luas seperti foto palsu, video, hingga kloning suara,” jelasnya.
Data dari VIDA, penipuan deepfake di kawasan Asia-Pasifik mengalami peningkatan signifikan yakni sebesar 1540% dari tahun 2022 hingga 2023. Bahkan, perusahaan jasa akuntan terbesar di dunia, Deloitte, memperkirakan penipuan deepfake akan meningkat hingga puluhan miliar dolar secara global di tahun 2027.
“Banyak artis dan tokoh publik di Indonesia yang menjadi korban deepfake. Anda pernah melihat video mantan presiden Soeharto sedang berpidato? Itu contoh deepfake,” imbuh Jubun, detektif ternama di kalangan sosialita PIK itu.
Meski beberapa video deepfake sekilas terkesan menghibur dan sepele, tetapi video palsu berpotensi menipu dan menyebarkan informasi yang salah. Menurut detektif Jubun, secara umum deepfake bisa menimbulkan ancaman terhadap keamanan digital.
Baca Juga: Sesama Orang Tua, Detektif Jubun Angkat Bicara Soal Aksi Pengusaha Paksa Anak SMA Menggonggong
Ancaman Peretasan Data dan Pengambilalihan Akun Semakin Menghantui
Jubun juga menjelaskan bahwa rekayasa sosial atau peretasan menjadi contoh lain dari penipuan AI. Serangan phishing dengan teknologi AI ini menggunakan algoritma untuk menyusun pesan yang sangat personal dan meyakinkan.
Kemampuan untuk menganalisis kumpulan data dalam jumlah besar, membuat AI bisa menyesuaikan pesan phishing untuk individu tertentu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemungkinan mengelabui penerima agar mengungkapkan informasi sensitif atau mengunduh malware.
“Anda mungkin pernah menerima SMS atau pesan WhatsApp dari nomor asing dan isinya adalah link? Ini contoh upaya rekayasa sosial,” ujar Jubun.
Ketika mengklik tautan tersebut, maka besar kemungkinan ponsel atau akun milik Anda diretas.
Tahun lalu, pengusaha aksesoris asal Lawang, kabupaten Malang menjadi korban dari peretasan ini. Kerugiannya mencapai 1,4 miliar rupiah karena klik link undangan pernikahan berformat apk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Rencana ke Ragunan saat Libur Lebaran? Cek Harga Tiket dan Jam Buka Terbaru
-
Bolehkah Wanita Haid Ziarah Kubur dan Membaca Yasin? Ini Hukumnya
-
Apakah Puasa Syawal Harus Berturut-Turu atau Boleh Diselingi? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Waduh, Lupa Bayar Zakat Fitrah Setelah Sholat Idulfitri? Ini Hukum dan Cara Mengatasinya
-
5 Tips Aman Makan Makanan Bersantan saat Lebaran agar Tetap Sehat
-
Jangan Biarkan Iman 'Drop', 7 Tips Menjaga Semangat Ibadah Tetap On Fire setelah Ramadan
-
Kapan Mulai Puasa Syawal? Ini Penjelasan Waktu yang Dianjurkan
-
Mengapa Opor Ayam Selalu Ada saat Lebaran? Ini Sejarah dan Makna Simbolisnya
-
Promo Lebaran di Indomaret: Diskon hingga 50 Persen, Berlaku sampai 1 April 2026
-
Apakah 3 Butir Nastar Sama dengan Sepiring Nasi? Ini Faktanya